kumparan
18 Apr 2018 20:46 WIB

Radja: dari Dibayar Nasi Bungkus sampai Menguasai Pasar Musik

Grup band Radja (Foto: Munady WIdjaja)
Di era 2000-an, kamu pasti tahu band yang satu ini. Pada era itu, Radja sempat mencetak banyak hits seperti ‘Jujur’, ‘Tulus’, dan ‘Cinderella’ yang tentunya sudah tak asing lagi.
ADVERTISEMENT
Siapa sangka di awal kemunculannya band yang digawangi Ian Kasela, Moldyansyah Kusnadi, Indra Riwayat, dan Seno Wibowo ini sempat mengalami pengalaman yang cukup menyedihkan. Bahkan, Radja sempat merasakan bayaran berupa nasi bungkus dan tak diperhatikan.
Ketika itu, tahun 2001, Radja memang sedang dalam masa-masa awal kemunculannya. Mereka sedang melakukan promo album pertamanya yang berjudul ‘Lepas Masa Lalu’ dengan single berjudul ‘Biar Aku Menjagamu’ di beberapa cafe.
Dua tahun berselang, perjuangan mereka membuahkan hasil. Album berjudul ‘Manusia Biasa’ milik mencetak banyak lagu-lagu hits. Bahkan, lagu-lagu dari album mereka tersebut seperti ‘Cinderella’, ‘Jujur’, dan ‘Manusia Biasa’ masih lekat di telinga penikmat musik.
Setelahnya, Radja dikenal sebagai band yang cukup produktif pada rentang 2004-2005. Mereka bahkan mengeluarkan album berjudul ‘Langkah Baru’. Single yang berjudul ‘Tulus’ dan ‘Bulan’ pun mampu menjadi hits ketika itu.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2006, Radja kembali mengeluarkan album ‘Aku Ada Karena Kau Ada’. Tak hanya penikmat musik Tanah Air, album tersebut juga membuat mereka merengkuh pasar Asia Tenggara.
Kebersamaan mereka sempat diuji pada tahun 2010. Setelah keluar dari label mayor, Indra dan Seno memilih hengkang dari Radja.
Indra dan Seno nampaknya tak bisa berlama-lama meninggalkan band yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada tahun 2015, mereka memilih untuk kembali bergabung dengan band yang telah membesarkan nama mereka itu.
Kini, Radja kembali meramaikan industri musik Indonesia. Dengan single terbarunya yang berjudul ‘Malaikat Cinta’, Radja siap bersaing di bawah naungan labelnya sendiri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan