kumparan
29 Mei 2018 14:41 WIB

Sabyan, 100 Juta Viewers di YouTube dan Gambus untuk Milenial

Grup Sabyan Gambus (Foto: Instagram/@sabyan_gambus )
Grup musik Sabyan Gambus memang sedang naik daun. Popularitasnya meroket seiring banyaknya jumlah viewer di chanel YouTube mereka yang mencapai lebih dari 100 juta kali.
ADVERTISEMENT
Grup gambus yang digawangi kawula muda ini bukan gambus biasa. Pengemasan yang menarik dan kekinian membuat musik-musik karya Sabyan Gambus disukai oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, orang tua hingga milenial.
Bicara soal musik gambus tidak akan lepas dari cerita asal mula musik ini sampai ke Indonesia. Gambus merupakan musik asal timur tengah yang mulai dikenalkan ke Nusantara pada abad ke-19 bersamaan dengan datangnya para imigran Arab dari Hadramaut atau Republik Yaman.
Para imigran ini datang bukan hanya untuk berdagang mereka juga membawa kebudayaan mereka, salah satunya hiburan gambus. Selain sebagai sarana hiburan, gambus juga menjadi sarana untuk berdakwah kepada masyarakat.
Video
Syair yang dibawakan dalam lagu gambus biasanya berisi senandung pujian dan doa-doa kepada Sang Pencipta. Ada juga ajakan untuk mengikuti tauladan Nabi Muhammad. Seperti syair-syair yang dinyanyikan oleh Sabyan Gambus. Hampir semuanya berisi puji-pujian dan doa.
ADVERTISEMENT
Kalau dulu gambus dimainkan dengan alat musik petik sambil diiringi gendang. Kini alat musik yang dimainkan cukup beragam, ada keyboard, gendang, perkusi, hingga biola.
Salah satu pemusik gambus di Indonesia yang cukup terkenal adalah Syech Albar atau ayah penyanyi rock Ahmad Albar. Tahun 1920 hingga 1930an lagu-lagu gambus Syech Albar banyak digemari masyarakat. Bahkan lagu-lagu pemusik keturunan Arab-Indonesia itu masuk dapur rekaman dan diabadikan dalam piringan hitam ‘His Master Voice’.
Video
Popularitas gambus sempat meredup karena masyarakat lebih suka musik bergenre pop, rock atau jazz. Namun saat ini gambus kembali naik daun karena pengaruh dari grup musik Sabyan.
Sabyan memang ingin mengenalkan kembali musik gambus, bukan hanya kepada orang tua tetapi juga kepada kalangan milenial. Misi Sabyan ini bisa dibilang sukses karena setiap kali tampil, para penggemar Sabyan berbondong-bondong hadir dan sebagian besar dari mereka memang anak-anak muda.
ADVERTISEMENT
Video
Berkat Sabyan Gambus, aliran musik religi kembali mengggema. Grup musik gambus yang sudah berdiri sejak awal 2015 ini beranggotakan Khoirunissa atau yang dikenal Nissa sebagai vokalis, Anisa Rahman vokalis kedua, Ayus sebagai keyboardis, Wawan di posisi gendang, Kamal di posisi perkusi, dan Tebe pada biola.
Bukan hanya musiknya yang enak didengar, Sabyan Gambus yang digawangi oleh anak muda membuat grup ini banyak diidolakan kalangan milenial.
Grup Sabyan Gambus (Foto: Instagram/@sabyan_gambus )
Setiap lagu-lagu yang dinyanyikan Sabyan Gambus diunggah di akun media sosial, maka videonya selalu banyak ditonton masyarakat, bahkan pernah sampai lebih dari 100 juta kali.
"Musik yang dipelajari anak-anak Sabyan memang musik gambus. Pada dasarnya karena dari lingkungan juga, mereka ini adalah awalnya mungkin sebelum gambus ada marawis. Kita menjalani musik yang pada dasarnya kita sukai, dan alhamdulillah semua menyukai lagu salawat," ujar Wawan, salah satu personil Sabyan Gambus kepada kumparan saat mengisi acara di pusat perbelanjaan, Depok, Sabtu (26/5).
ADVERTISEMENT
Sabyan Gambus berharap ke depannya lagu-lagu yang dibawakan mereka bisa diterima masyarakat di semua kalangan. Selain itu juga bisa melebarkan sayap ke kancah internasional.
Aksi panggung Sabyan Gambus (Foto: Eka Nurjanah/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan