Pencarian populer

Soleh Solihun: Ernest Prakasa Sutradara Terbaik di Antara Para Komika

Soleh Solihun. (Foto: Munady Widjaja)

Tercatat hingga tahun ini, sudah ada empat komika alias stand up comedian yang mencoba peruntungan di industri perfilman dan duduk di kursi sutradara. Mereka adalah Raditya Dika, Ernest Prakasa, Soleh Solihun, dan terakhir diikuti oleh Pandji Pragiwaksono.

Baik Raditya maupun Ernest memiliki daftar film yang lebih panjang. Radit memiliki judul film 'Marmut Merah Jambu' (2014), 'Hangout' (2016), hingga 'The Guys' (2017). Di sisi lain, Ernest mengantongi film 'Ngenest', 'Cek Toko Sebelah', dan 'Susah Sinyal'.

Soleh baru memiliki dua film, yaitu 'Mau Jadi Apa?' dan 'Reuni Z'. Sedangkan Pandji baru memulai debutnya sebagai sutradara lewat film 'Partikelir'.

Melihat adanya fenomena komedian yang juga merambah ke dunia perfilman, Soleh tidak meragukan kemampuan Ernest sebagai sutradara terbaik di antara dua komika lainnya.

Loading Instagram...

"Ernest (sutradara terbaik di antara komika) karena Ernest terbukti. Bukan cuma omongan saya paling bagus, cuma yang udah dapat penghargaan kan dia," kata Soleh di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Itu terbukti karena, lewat film 'Cek Toko Sebelah', Ernest memboyong banyak piala dari berbagai macam penghargaan. Dia mendapatkan Piala Citra 2017 untuk kategori Penulis Skenario Asli Terbaik dan Piala Maya 2017 untuk kategori Skenario Asli Terpilih. Piala Film Terfavorit dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam ajang Indonesian Movie Actors Awards juga dimenangkan Ernest.

Adapun 'Cek Toko Sebelah' berhasil meraup penonton sebanyak 2,6 juta. Namun, menurut Soleh, Ernest tidak hanya menang dari segi jumlah penonton.

"Tapi dari sisi kualitas juga dia udah membuktikan. Karena, orang-orang yang kredibel udah meyakini kalau dia seorang filmmaker yang bagus," imbuh komedian berusia 38 tahun itu.

Cuplikan adegan Film 'Cek Toko Sebelah' (Foto: Youtube: StarvisionPlus)

Soleh juga tidak keberatan apabila banyak komika yang terjun ke industri film. "Itu berarti menunjukkan bahwa produser memercayai kami komedian (untuk membuat film)," tambahnya.

Menurutnya, ada alasan tersendiri bagi para produser untuk memercayai film komedi digarap langsung oleh komedian. Karena, kata Soleh, komedian adalah pihak yang paling paham akan dibawa ke mana arah komedi untuk filmnya.

"Menurut saya itu hal yang wajar ketika produser semakin ngasih kepercayaan lebih banyak komedian buat nge-direct," ujarnya.

"Karena mereka tahu, 'Wah, ini cerita yang dari mereka (para komedian) lebih baik digarap oleh mereka karena mereka yang paling tahu komedinya'," imbuh Soleh.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23