Pencarian populer

'Srikandi Nekat', Teater yang Menyuguhkan Simbol Kekuatan Wanita

Teater "Srikandi Nekat" di Taman Ismail Marzuki (Foto: Munady Widjaja)

Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2018, sanggar tari Cita Prasanna menggelar pagelaran wayang 'Srikandi Nekat'. Pagelaran ini telah berlangsung dengan sukses di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada Minggu (25/2) malam.

​Saat menyampaikan sekapur sirih sebelum memulai pagelaran, Sinta Roosdiono selaku ketua panitia menyampaikan alasan dipilihnya tokoh wayang Srikandi untuk pagelaran kali ini.

"Srikandi adalah simbol kekuatan wanita. Dia ingin mencapai lebih dari yang lain, dia memiliki keinginan yang berada di luar kebiasaan wanita," ucap Sinta disaksikan oleh penonton yang memenuhi kursi Teater Besar TIM.

Teater "Srikandi Nekat" di Taman Ismail Marzuki (Foto: Munady Widjaja)

Srikandi dirasa cocok untuk mewakili suara-suara perempuan yang menuntut kesetaraan gender. Ketika menelisik lewat pewayangan Jawa, yang juga dipakai untuk plot pagelaran 'Srikandi Nekat', tokoh Srikandi muncul dengan sebuah senjata.

Dengan senjata panah yang dia bawa ke mana-mana, Srikandi mahir menggunakan senjatanya dan menjadi prajurit paling andal di Kerajaan Pancala. Namun, Srikandi tidak merasa cukup dengan keahliannya dan memutuskan untuk berguru kepada Arjuna.

Lambat laun, cinta tumbuh di antara Arjuna dengan Srikandi. Arjuna yang ingin mempersunting Srikandi, harus memenuhi persyaratannya, yaitu mengikuti sayembara yang digelar di Kerajaan Pancala.

Sayembara itu diikuti oleh berbagai macam pria dari belahan dunia yang lain. Mereka pun turut membawa prajurit perempuan andalan mereka untuk bertanding melawan Srikandi.

Srikandi akhirnya kalah di tangan Larasati, prajurit nomer satu milik Arjuna. Meskipun Arjuna berhasil mempersunting Srikandi, dia harus tetap menjalani tugas sebagai garda terdepan prajurit wanita.

Pagelaran wayang orang ini tidak hanya diikuti oleh anggota sanggar tari Cita Prasanna. Mereka juga mengundang beberapa nama dari kalangan Selebriti untuk memeriahkan panggung.

Teater "Srikandi Nekat" di Taman Ismail Marzuki (Foto: Munady Widjaja)

Nama-nama itu dimulai dari Maudy Koesnaedi yang berperan sebagai Dewi Sembodro, Nikita Mirzani sebagai Istri Bagong, dan Nia Dinata sebagai istri Gareng.

Tidak hanya itu, ada juga Indra Bekti sebagai salah satu peserta sayembara dan pesepak bola Bambang Pamungkas sebagai Raden Lesmono Monokumoro, yang berhasil melontarkan guyonan-guyonan berbahasa Jawa.

​"Kami mengajak tokoh publik figur yang pastinya untuk memberikan inspirasi untuk anak-anak muda untuk ikut," kata Sinta.

Video

"Misalnya Bambang Pamungkas, dia pemain bola aja main wayang dan lucu. Indra Bekti juga atau Nikita Mirzani. Jadi, mereka memberikan inspirasi kepada kalangan milenial kalau budaya itu enggak kuno, boring, atau ketinggalan zaman," sambungnya.

Nantinya, hasil dari pagelaran wayang 'Srikandi Nekat' akan disumbangkan kepada Yayasan Wisma Kasih Bunda. Yayasan tersebut bergerak untuk membantu anak-anak penderita hidrosefalus.

"Ini salah satu kegiatan dalam menjalankan movement #BerbudayaItuKeren. Tahun depan, kegiatan ini bisa dilakukan rutin mungkin. Mudah-mudahan lebih sering daripada setahun sekali," ujar Sinta menghaturkan doa dan harapan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35