Pencarian populer

Throwback: Ibnu Jamil yang Kini Nyaman Berstatus Duda

Throwback Ibnu Jamil Foto: Graphic: Sabryna Putri Muviola/kumparan

Aktor Ibnu Jamil tengah menikmati kesendiriannya. Sejak bercerai dengan Ade Maya pada tahun lalu, Ibnu memang terlihat belum fokus mencari pasangan hidup baru.

Ibnu memulai kariernya sebagai seorang pesinetron pada tahun 2005. Ketika itu, Ibnu bermain dalam sinetron 'Tersanjung 6' bersama artis senior lainnya seperti Ari Wibowo, Lulu Tobing, dan Jihan Fahira.

Akting Ibnu yang berperan sebagai Danda nampak meyakinkan di sinetron itu. Hal itu membuatnya kembali dilibatkan dalam musim ke-7 sinetron tersebut. Di sinetron 'Tersanjung 7', Ibnu kembali memainkan peran yang sama.

Ibnu Jamil jadul Foto: YouTube

Sejak debutnya di tahun 2005, sudah lebih dari 20 sinetron yang Ibnu bintangi. Kualitas akting Ibnu di sinetron membuat beberapa sutradara film kepincut.

Pada tahun 2007, dia memulai kariernya di layar lebar lewat film 'Badai Pasti Berlalu'. Penampilannya yang sporty membuat Ibnu identik dengan beberapa film bertema olahraga.

Beberapa film bertemakan olahraga yang ia bintangi ialah ‘Kick n Love’, ‘Hari Ini Pasti Menang’, ‘Mari Lari’, dan ‘Garuda 19’. Hingga saat ini, sudah lebih dari 15 film layar lebar yang ia bintangi. 'Kulari ke Pentai' merupakan film yang terakhir ia mainkan.

Ketika tren film televisi atau FTV naik daun, Ibnu juga menjajalnya. Wajah Ibnu memang sering kali mondar mandir di layar kaca saat tren FTV sedang ramai-ramainya.

Ibnu memang kerap tampil sebagai pemeran utama di beberbagai FTV yang ia bintangi. Kadek Devie dan Prisia Nasution, menjadi aktor wanita yang paling seting menjadi lawan mainnya.

Hingga kini, lebih dari 25 FTV pernah ia mainkan. Tak jarang, FTV yang ia bintangi juga memiliki judul yang kocak, seperti ‘Mandorku Kece Badai’ dan ‘Polwan Cantik Pengojek Cinta’.

Tak hanya sebagai Aktor, Ibnu Jamil juga kerap tampil sebagai sebagai presenter. Dia kerap menjadi pembawa acara olahraga.

Selama menjadi presenter sepak bola, mulai dari Liga Inggris, Piala Eropa, hingga Piala Dunia pernah ia pandu. Tak tanggung-tanggung, di tahun 2015 dan 2016 Ibnu berturut-turut mendapat penghargaan Panasonic Gobel Award untuk kategori Presenter Olahraga.

Kendati demikian, kisah asmara Ibnu terbilang berliku. Ibnu resmi menikah dengan Ade Maya pada tahun 2006. Sekitar setahun kemudian, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Dhofin Maula Jamil.

Rumah tangga mereka selama ini memang tampak harmonis dan jauh dari gosip miring. Hanya saja, sejak tahun lalu, pernikahan mereka terancam kandas karena masalah perceraian yang tak kunjung berujung.

Fakta bahwa Ibnu digugat cerai oleh sang istri terungkap pada akhir Maret 2017. Kala itu, Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Jarkasih, membeberkan bahwa gugatan cerai atas nama Maya Attriyani binti Eko Kamaludin sebagai penggugat dan Ibnu Jamil bin Syaifudin sebagai tergugat, telah terdaftar pada 8 Maret 2017.

Ibnu Jamil. Foto: Munady Widjaja

Hanya saja, karena Ade sebagai penggugat tak hadir tiga kali berturut-turut sejak sidang perdana, gugatan cerai Ade pun digugurkan oleh majelis hakim.

Tanpa disangka-sangka, empat bulan setelah gugatan Ade gugur, giliran Ibnu yang melayangkan permohonan talak cerai terhadap sang istri. Pada 4 Agustus 2017, permohonan talak cerai dilayangkannya melalui Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Kali itu, setelah sempat melayangkan gugatan cerai, Ade justru selalu menghadiri persidangan demi mempertahankan rumah tangganya dengan Ibnu. Hanya saja, Ibnu justru bersikukuh ingin menyudahi pernikahan mereka.

Setelah menjalani serangkaian persidangan, Ibnu dan Ade memutuskan untuk kembali bersama. Dalam sidang cerai yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 30 November 2017, Ibnu mencabut permohonan talak cerainya.

Ibnu Jamil Foto: Munady

Walau sempat berjuang keras mempertahankan pernikahannya dengan Ibnu, Ade justru kembali mengajukan gugatan cerai terhadap sang suami pada April tahun lalu. Berbeda dari gugatan yang terdahulu, kini gugatan cerainya dilayangkan melalui Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang.

Akhirnya, pada Juli tahun lalu keduanya resmi bercerai secara verstek. Ibnu memang tak pernah terlihat menghadiri persidangan. Berbeda dengan Ade yang justru lebih sering hadir ditemani kuasa hukumnya.

Saat ini, Ibnu nampak amat menikmati status dudannya. Ibnu mengaku tidak mempunyai kriteria tertentu mengenai pasangan hidupnya kelak.

Ibnu Jamil di kawasan Tendean, Jakarta. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan

Ia juga tak memasang target kapan menikah lagi. Kendati demikian, bukan berarti pria 36 tahun ini tak membuka hatinya untuk mencari pasangan hidup.

“Lebih tepatnya memang belum ada yang nyangkut,” ucap Ibnu ketika ditemui dinkawasan Tendean, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ibnu merasa, di usianya sekarang, mencari pasangan bukanlah suatu keharusan. Dibanding urusan jodoh, dia lebih memilih untuk fokus menjalani kegiatannya.

“Yang jadi prioritas adalah gimana caranya kita sehat dan juga saya happy terus,” pungkas Ibnu Jamil.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: