kumparan
1 Agu 2018 15:58 WIB

5 Hal yang Hanya Dirasakan Fans K-Pop Internasional

Fans GOT7 siap menyaksikan konser 'Eyes On You'. (Foto: Anissa Maulida/kumparan)
Tidak bisa dipungkiri penyebaran hallyu wave atau gelombang budaya pop Korea sudah menyebar ke berbagai negara. Fans-fans musik K-Pop pun bermunculan dan cukup aktif mendukung idola kesayangan mereka di media sosial. Meski tidak bisa mendukung secara langsung, namun para fans ini tetap setia memberikan dukungan kepada idola favorit mereka.
ADVERTISEMENT
Suka duka para fans K-Pop internasional bukan hanya karena mereka tidak melihat langsung aksi panggung idola kesayangan. Namun, ada beberapa alasan perjuangan para fans K-Pop internasional ini dirasa sangat berat dan hanya bisa dirasakan oleh mereka.
Apa saja hal-hal yang hanya dirasakan para fans K-Pop internasional? Berikut ulasannya.
1. Menunggu video dengan subs
Ilustrasi menonton tayangan TV Korea. (Foto: Pixabay)
Menantikan video dengan subs atau video dengan terjemahan adalah salah satu 'perjuangan' yang hanya dirasakan fans K-Pop internasional. Para idola K-Pop memang sering tampil di layar kaca lewat drama, acara musik atau variety show Korea. Tentu hal membuat fans internasional juga ingin melihat aksi para idola K-Pop saat tampil dalam program televisi.
Tak mudah bagi fans untuk menemukan video tayangan TV dengan subs dalam waktu cepat. Minimal mereka harus menunggu satu hingga tiga hari lamanya. Kesulitan mencari video dengan subs akan bertambah jika tayangan TV di mana idola kesayangan mereka muncul tidak terkenal, atau grup kesayangan mereka dianggap kurang populer. Membuat banyak subber (orang yang membuat subs) enggan menerjemahkan konten acara tersebut.
ADVERTISEMENT
2. Kesempatan kecil untuk menonton konser
Ilustrasi konser K-Pop. (Foto: Pixabay)
Meski banyak grup K-Pop sudah dikenal di seluruh dunia, namun belum tentu mereka akan datang ke semua negara para fans. Dalam periode tur konser yang digelar, para agensi seringnya hanya menyambangi negara tertentu, dengan populasi fans K-Pop yang dianggap banyak.
Tentu kehadiran idola K-Pop ini juga bukannya tak mungkin, pihak kedutaan besar Korea Selatan sering memboyong idola K-Pop atau selebriti Korea dalam festival pariwisata Korea, atau menggelar festival musik dan menghadirkan para idola K-Pop.
3. Sulitnya membeli barang-barang K-Pop
Koleksi album K-Pop. (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
Tinggal di luar Korea Selatan membuat banyak fans K-Pop kesulitan mengakses barang-barang yang berhubungan dengan idola kesayangan mereka. Contohnya album, atau barang-barang resmi lainnya. Jika ada, barang-barang tersebut dijual dengan harga yang cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
4. Tak bisa menyaksikan langsung masa promosi idola K-Pop
Fans K-Pop (Foto: Facebook @OfficialYGWINNER)
Salah satu budaya dalam musik K-Pop adalah masa promosi yang dilakukan grup K-Pop di acara musik TV Korea. Dalam periode ini, biasanya fans akan rela mengantre untuk bisa masuk dan menyaksikan idola mereka beraksi. Yang menarik, para penonton dalam tayangan acara musik Korea adalah fans yang benar-benar ingin memberikan dukungan kepada para idola, bukan sekadar penonton bayaran.
Setiap fans akan mendaftar sesuai dengan grup yang mereka dukung. Staf TV akan memberikan nomor urut sesuai antrian juga memeriksa apakah para penonton ini benar-benar fans grup tersebut dengan meminta mereka membawa album, lighstick, atau barang-barang resmi lainnya.
5. Sulitnya ikut dalam acara spesial
Ilustrasi fans K-Pop. (Foto: YG Entertainment)
Para fans di Korea sering dimanjakan dengan pergelaran acara spesial seperti fan sign atau fan meeting. Meski bisa saja fans internasional terbang ke Korea untuk ikut dalam acara ini, namun ternyata hal tersebut tidaklah mudah.
ADVERTISEMENT
Agensi di Korea dan penyelenggara biasanya menetapkan syarat tertentu, termasuk penggunaan tanda pengenal Korea, hingga melakukan pemeriksaan nama pembeli tiket dengan tanda pengenal yang dipegang oleh fans.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan