kumparan
29 Mar 2019 9:11 WIB

Kata Pakar soal Lagu Milik Epik High yang Membuat Kucing Tertidur

EPIK HIGH Foto: Foto: Facebook/@EPIKHIGH
Belakangan ini, fans Epik High ramai membicarakan fenomena kucing tertidur karena mendengar lagu 'Lullaby For A Cat'. Fenomena ini dimulai saat fans beramai-ramai mengirimkan video berisi kucing mereka yang tertidur saat mendengar lagu penutup album terbaru Epik High itu.
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, acara 'Night of Real Entertainment' milik stasiun televisi Korea Selatan, SBS, membahas topik tersebut. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai fenomena ini, mereka berbincang dengan dua orang pakar, yaitu seorang dokter hewan dan seorang profesor.
Dokter hewan yang diwawancarai oleh SBS mencoba efektivitas lagu tersebut. Terbukti, kucingnya tertidur saat mendengarkan lagu buatan Tablo itu. Ia pun menduga bahwa bunyi mekanis repetitif yang terdapat dalam lagu ini, mungkin punya korelasi dengan dengkuran kucing.
Sementara, seorang profesor teknik elektronik yang memiliki spesialisasi di bidang suara, menjelaskan fenomena ini secara ilmiah. Menurutnya, sebagian besar lagu ini dibuat dalam frekuensi rendah.
"Kucing sangat sensitif terhadap suara dengan frekuensi rendah," tuturnya sambil mengonfirmasi bahwa lagu itu bisa berfungsi sebagai ninabobo bagi kucing, seperti dikutip Soompi.
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Sementara itu, Tablo selaku penulis lagu, mengatakan bahwa dia awalnya tak percaya lagu ini benar-benar bisa berfungsi sebagai ninabobo. Sebab, ia tidak melakukannya secara sengaja.
Namun, ayah dari Lee Haru ini mengatakan bahwa dia memang memiliki imajinasi yang spesifik saat menyusun lagu tersebut.
"Aku membayangkan sendirian di suatu malam yang telah larut, namun di sisiku ada seekor kucing. Karena aku tidak bisa tidur, aku berharap, setidaknya kucing itu akan tertidur," ungkapnya.
Hal serupa juga pernah diutarakan Tablo lewat Twitter, saat ia menjawab pertanyaan fans mengenai pembuatan lagu tersebut.
Sudah coba dengarkan lagu 'Lullaby For A Cat'?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan