Pencarian populer

Mencari Peruntungan dari Penjualan Merchandise K-Pop

Album K-pop. (Foto: Garin Gustavian/kumparan)

Seiring dengan meningkatnya popularitas K-Pop di Indonesia, permintaan penggemar terhadap barang-barang berbau K-Pop ikut meningkat. Hal ini menyebabkan munculnya begitu banyak toko menjual merchandise K-Pop di Indonesia.

Bila dilihat ke belakang, kemunculan toko-toko merchandise K-Pop berawal sekitar tahun 2009-2010. Saat itu, 'demam Korea' yang disebabkan oleh Hallyu wave mulai terasa meluas di Indonesia, khususnya kota-kota besar.

Kala itu, fans K-Pop di Indonesia mulai membeli merchandise asli dari Korea Selatan, seperti album atau DVD penyanyi idola. Rasa haus para penggemar untuk memiliki barang-barang berbau idola kesayangan, mulai dipasok oleh toko merchandise K-Pop. Mereka memulai bisnisnya dari toko offline hingga toko online.

CD album K-Pop. (Foto: Garin Gustavian/kumparan)

Saat itu kehadiran toko-toko merchandise K-Pop belum menjamur seperti sekarang ini. Fans harus berpuas dengan membeli album-album di toko musik yang saat itu masih tersebar di pusat perbelanjaan kota-kota besar. Para fans yang tinggal di kota kecil bisa dibilang kesulitan untuk bisa mendapatkan merchandise berbau idola kesayangan mereka.

Semakin meningkatnya permintaan konsumen akan barang-barang berbau K-Pop, tentu menarik banyak penjual yang kemudian mencoba peruntungan dengan berjualan merchandise K-Pop. Saat ini, ada toko-toko online besar yang namanya sudah banyak diketahui orang. Jaminan barang original dan sampai ke tangan pembeli dengan aman menjadi slogan para toko merchandise besar.

Lightstick EXO. (Foto: Helmi Afandi/kumparan)

Tak hanya itu, ada juga toko-toko online kecil yang dimiliki perseorangan dan dapat ditemukan dengan mudah di media sosial.

Meski awalnya penjualan merchandise K-Pop di Indonesia berawal dari album dan DVD, lama-kelamaan, semakin banyak variasi barang yang dijual dan diinginkan oleh pembeli. Misalnya, lighstick, hand banner, gantungan kunci atau barang lain yang dijual secara resmi oleh agensi sang idola.

Selain itu, para penggemar juga mulai membuat merchandise mereka sendiri. Didasari rasa cinta terhadap para penyanyi idola, banyak fans yang menyalurkan bakatnya dan membuat barang-barang, seperti artbook atau buku berisi koleksi gambar sang penyanyi, pin, strap, bahkan casing HP dengan tema yang disesuaikan dengan penyanyi idola.

Dengan adanya berbagai variasi merchandise K-Pop dan jumlah fandom K-Pop yang besar, tentu keuntungan yang diraup para penjual juga semakin tinggi. Hal ini juga dibarengi dengan persaingan antar toko merchandise semakin ketat.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60