Pencarian populer

Merry Lee Akan Gelar Konferensi Pers soal Pelecehan Seksual

Aktris Korea Selatan, Merry Lee. Foto: YouTube/@채널A Entertainment

Selebriti Korea, Merry Lee, berniat menggelar konferensi pers untuk menguak pelecehan seksual yang dilakukan oleh para figur publik. Kegiatan bertema 'Me Too' ini rencananya akan digelar pada awal April.

Hal ini diumumkan oleh organisasi masyarakat, Citizens' Movement pada Selasa (26/3). Berbagai media Korea Selatan mengabarkan, organisasi ini akan menggelar konferensi pers bersama Merry Lee.

Saat ini, mereka sedang berusaha menyesuaikan jadwal dengan selebriti yang tinggal di Qatar itu. Sebab, aktris pemilik nama asli Lee Mae Ri ini tengah beraktivitas sebagai duta promosi Piala Dunia Qatar 2022.

"Merry Lee berencana untuk mengungkap kisah lampau soal pelecehan seksual, yang dilakukan oleh para figur publik di dunia akademis, politik, dan finansial," tutur seorang perwakilan dari Citizens' Movement, seperti dikutip Soompi.

Sebelumnya, aktris yang pernah membintangi drama Korea, 'New Tales of the Gisaeng', ini mengunggah sebuah postingan Facebook pada 17 Maret. Dalam postingan itu, ia mengatakan pernah dipaksa menyajikan minuman untuk figur publik. Ia juga memberikan dukungan terhadap investigasi kasus Jang Ja Yeon lewat tulisannya itu.

Kini, postingan itu sudah dihapus dan dibagikan oleh media-media dalam bentuk yang sudah disensor.

Mendiang aktris Korea Selatan, Jang Ja Yeon. Foto: Wikimedia Commons

"Aku mendukung perpanjangan investigasi kasus Jang Ja Yeon! Aku menginginkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh," tulis Merry Lee dalam postingannya.

Ia kemudian menyebut dan memaki beberapa sosok yang diklaim telah melakukan kejahatan kepadanya.

"Ketua *** dari jaringan ***, kau adalah iblis tanpa rasa bersalah. *** dari *** Electronics dan ***, mantan anggota National Assembly. Aku tidak akan pernah memaafkan setan-setan ini. Kalian, para bajingan jahat, lepas tangan dan mengatakan itu tidak terjadi?" tulisnya.

Merry Lee lalu menceritakan mengenai kejadian menyakitkan yang dialaminya. Ia mengaku pernah dipaksa tutup mulut dan diberi tekanan untuk menyajikan minuman bagi figur publik. Ia juga pernah dihina atas kematian orang tuanya.

"Aku tidak dapat melupakan bagaimana kau tidak bisa mengatakan satu pun kata penghiburan bagi seseorang yang baru saja berduka. Dengan senyum jahat, kau malah mengatakan bahwa jika aku tak punya uang dan tidak tampil di TV, maka aku harus bersikap baik kepada ***," ungkap Merry Lee.

Menutup postingannya, Merry Lee mengatakan bahwa ia sudah bertarung dengan orang-orang ini selama enam tahun. Menurutnya, mereka yang berusaha menutupi kejadian ini juga merupakan komplotan orang-orang tersebut.

Bagaimana menurutmu?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63