Pencarian populer

Penggemar Loyal Jadi Alasan Bisnis Merchandise K-Pop Menjanjikan

Merchandise K-Pop (Foto: Foto: Elma Lisa Bancin/kumparan)

Banyaknya penggemar K-Pop di Indonesia, membuat permintaan pernak-pernik yang berhubungan dengan penyanyi idola juga semakin meningkat. Menyadari hal ini, banyak pelaku usaha menjadikan penjualan merchandise K-Pop sebagai lahan bisnis baru.

Fenomena menjamurnya online shop yang menawarkan merchandise K-Pop bukan hal yang baru di Indonesia. Tak hanya online shop, ada juga beberapa pelaku usaha yang membuka toko offline dan menjual merchandise K-Pop produksi mereka sendiri, salah satunya Whycut Kpop Store.

Workshop yang terletak di Lubang Buaya, Jakarta Timur ini menjual segala jenis merchandise K-Pop, mulai dari tas, buku, poster, kipas tangan, hingga baju yang mereka desain dan produksi sendiri.

Merchandise K-Pop (Foto: Foto: Elma Lisa Bancin/kumparan)

Whycut Kpop Store sendiri telah lama merintis bisnis penjualan merchandise K-Pop sejak tahun 2012, hanya saja mereka baru membuka workshop-nya sejak tahun 2017 lalu. Rino Oktaviandi, salah satu pekerja menjelaskan bahwa awalnya workshop tersebut hanyalah sebuah rumah produksi yang mencetak pernak-pernik artis atau penyanyi yang sedang populer di kalangan masyarakat Indonesia.

"Awalnya, sih buat pernak pernik boyband girlband Indonesia, kayak Smash terus Justin Bieber juga pernah. Mungkin kita sesuaikan sama animo masyarakat saja kali yah," ungkap pria yang akrab disapa Rino itu.

Melihat banyaknya penggemar K-Pop yang loyal di Indonesia, membuat Whycut Kpop Store mulai mencoba memproduksi merchandise K-Pop. Minat pasarnya yang besar serta lebih menjanjikan, membuat Whycut Kpop Store kini lebih fokus untuk menjual dan memproduksi merchandise K-Pop.

"Insyaallah penggemar K-Pop lebih lama bertahannya dari pada penggemar lain. Beda dari dulu yang Justin Bieber, tren K-Pop sekarang makin besar terus penggemarnya semakin banyak dan loyal, makanya kita kini lebih milih bertahan produksi barang-barang K-Pop," ungkap Rino.

Merchandise K-Pop (Foto: Foto: Elma Lisa Bancin/kumparan)

Pesatnya perkembangan K-Pop dan penggemarnya membuat Whycut Kpop Store tetap mempertahankan eksistensinya dan semakin berkembang. Kini mereka bahkan telah memiliki toko cabang yang berada di delapan kota di Indonesia.

Biaya produksi yang lebih murah menjadi alasan utama mereka memilih untuk mendesain serta memproduksi barang sendiri. Dengan begitu mereka bisa menjual merchandise K-Pop lebih murah dari tempat lain.

"Fans K-Pop kan kebanyakan anak remaja yang masih sekolah, jadi harganya kita buat ramah di kantong para pelajar," lanjutnya.

Whycut Kpop Store (Foto: Foto: Elma Lisa Bancin/kumparan)

Karena pangsa pasarnya yang juga merupakan para pelajar dan mahasiswa, Rino mengatakan tokonya ramai dikunjungi saat akhir pekan dan libur nasional. Dihari kerja hanya segelintir orang yang mampir dan berbelanja merchandise K-Pop.

"Kalau weekdays sih kita paling laris jualan online kak. Nanti pas mulai liburan baru tokonya ramai. Apalagi nanti libur lebaran, biasanya rame banget. Kan mereka (para pelajar dan mahasiswa) biasanya masih punya banyak THR," tuturnya sambil tertawa.

Pria berusia 23 tahun tersebut juga menjelaskan bahwa kebanyakan pengunjung toko mereka merupakan penggemar K-Pop yang berasal dari Jabodetabek.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.55