Pencarian populer

Semangat Hidup Intan, Fangirl Blackpink Pengidap Kanker Stadium 4

Intan Khasanah dan Blackpink (Foto: Intagram @intankhasanahIntagram dan @blackpinkofficial)

Intan Khasanah, fangirl Blackpink, tak pernah menduga, hidupnya akan penuh dengan perjuangan antara hidup dan mati. Divonis mengidap kanker stadium empat, membuat wanita 22 tahun ini harus menjalani rasa sakit saat menjalani kemoterapi, demi melawan sel-sel kanker dalam tubuhnya.

Hampir enam tahun sudah Intan berjuang melawan kanker Hodgkin's Lymphoma, atau sejenis kanker kelenjar getah bening stadium empat. Penyakit yang sudah dideritanya sejak tahun 2012. Meski melelahkan dan harus berulang kali menahan rasa sakit, mahasiswa jurusan Public Relations di Universitas Indonesia ini tak patah arang.

Di tengah perjuangannya melawan kanker ganas, Intan menemukan kembali semangat hidupnya dari berbagai faktor seperti dukungan keluarga serta orang-orang yang menyayanginya. Kehadiran girlband K-Pop, Blackpink menjadi salah satu hal yang menambah semangat di hidupnya.

Intan Khasanah (Foto: Intagram @intankhasanah)

Bagi Intan, kehadiran Blackpink memiliki makna serta pengaruh yang positif dalam hidupnya. Terlebih saat melakukan kemoterapi. Bagi Intan lagu-lagu Blackpink selalu berhasil membuatnya kembali bersemangat.

Intan memang belum lama mengenal musik K-Pop, dan Blackpink. Meski begitu, 'perkenalan' ini bisa membuat Intan menemukan kembali semangat hidupnya yang hampir pupus.

"Sejak mereka debut (2016), dan itu pertama kalinya aku suka K-Pop, sejak Blackpink muncul aku jadi tertarik sama K-Pop," ujarnya saat dihubungi oleh tim kumparanK-Pop via direct message Instagram.

Di saat ia mengalami masa-masa terpuruk, Intan biasanya akan memutar lagu-lagu Blackpink. Lagu girlband pelantun 'Whistle' ini ia dengarkan saat berolahraga, mandi, atau sebelum dan sesudah menjalani kemoterapi.

Intan Khasanah (Foto: Intagram @intankhasanah)

Intan kemudian menceritakan bahwa alasan awal dirinya menyukai Blackpink adalah karena konsep powerfull serta lagu-lagu catchy yang mereka usung. Lagu-lagu yang dibawakan oleh grup beranggotakan Jennie, Lisa, Rose, dan Jisoo tersebut selalu terngiang dan membuatnya selalu bersemangat.

Di waktu senggangnya, Intan mencoba mengulik profile para anggotanya. Image Blackpink yang berbeda saat tampil di atas panggung dan di luar panggung, membuat dirinya semakin menyukai girlband asal YG Entertainment tersebut.

"Mereka (Blackpink) beda banget on-off stage-nya! Sisi fierce dan swag mereka pas tampil, seketika bisa berubah jadi super sweet, friendly, kocak dan enggak jaim di keseharian. Bikin aku merasa seperti melihat teman sendiri. Semua (hal itu) jelas banget pas aku nonton (acara reality show) Blackpink TV," lanjutnya.

Intan Khasanah (Foto: Intagram @intankhasanah)

Ia mengatakan bahwa rasa kagumnya kepada Blackpink semakin besar, saat melihat perlakuan keempat anggota yang begitu ramah kepada para penggemar. Keberanian Blackpink yang menegur manajer, saat mereka membatasi interaksi para anggota dengan penggemarnya, membuatnya takjub, karena tak banyak idola yang mau melakukan hal tersebut.

Perjuangan para anggota Blackpink yang harus rela menjalani masa trainee selama bertahun-tahun demi debut menjadi salah satu hal yang membuat memotivasi Intan. Kerja keras serta kesabaran Blackpink saat menjalani masa training semakin mengispirasinya untuk tetap kuat.

"Dan sisi kerja keras mereka. Jennie yang sudah trainee (selama) enam tahun, disusul Lisa, Jisoo, dan Chaeng (Rose), yang pasti deg-degan (khawatir) kenapa enggak debut-debut tapi akhirnya debut, itu luar biasa menurutku," ceritanya.

Blackpink (Foto: shop.mu-mo.net)

Di antara keempat anggota Blackpink, Intan mengaku sangat mengapresiasi kerja keras Lisa. Pasalnya maknae Blackpink tersebut mampu bersaing dan debut menjadi satu-satunya anggota sekaligus idola asuhan YG Entertainment pertama yang bukan warga negara Korea Selatan. Intan merasa bangga dengan prestasi yang kini diraih serta semangat juang yang dimiliki oleh Lisa.

Karena terlalu sering melihat video-video penampilan dari Blackpink, secara tak sengaja Intan mulai menghafal koreografi Blackpink. Sehingga disaat memiliki waktu luang, ia biasanya akan mempelajari gerakan yang dibawa oleh Blackpink.

"Kalau aku lagi galau dan butuh semangat, aku langsung otomatis mendengarkan lagu mereka sampai menghapal koreografi mereka. Jadi sembari menunggu instruksi dari dokter, ya aku menghafal koreografi mereka. Cuma enggak pas (waktu) kemo sih, sebelum kemo seringnya," ujarnya.

Inilah yang kemudian membuat Intan memberanikan diri untuk merekam aksinya menarikan koreografi Blackpink. Lewat akun Instagramnya,

Intan mengunggah videonya saat menari lagu 'Ddu-Du Ddu-Du milik Blackpink. Video tersebut ia rekam setelah menjalani kemoterapi ke 20. Meskipun terlihat masih menggunakan infus, namun hal tersebut tak menghalanginya untuk bergerak dengan leluasa.

Loading Instagram...

Ia merasa senang karena di tengah gempuran kanker stadium empat yang mengerogoti tubuhnya, Intan masih bisa melakukan semua hal yang ingin dilakukannya termasuk membuat dance cover dari Blackpink.

"Singkatnya, apa yang aku dapat dari Blackpink adalah penantian serta kesabaran yang panjang akan berbuah manis," ungkap Intan.

Ia juga berharap orang-orang yang berada dalam keadaan yang sama dengan dirinya bisa tetap bersemangat. Baginya, para penderita kanker tak berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Intan berharap masyarakat tidak memandang dirinya dan pengidap kanker adalah orang-orang yang berbeda.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23