10 Hal yang Perlu Dijawab Orang Tua Terkait Pendidikan Anak

2 Mei 2019 18:58 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Demi anak, yuk, melakukan refleksi tentang esensi pendidikan yang sesungguhnya! Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Demi anak, yuk, melakukan refleksi tentang esensi pendidikan yang sesungguhnya! Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Moms, apakah Anda turut merayakan atau setidaknya memperingati Hari Pendidikan Nasional? Saat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), tidak semua memperingatinya dengan ikut upacara atau melakukan kegiatan khusus lainnya. Bahkan bisa jadi, Hardiknas berlalu begitu saja, tak ada yang istimewa.
ADVERTISEMENT
Wajar memang. Kita mungkin juga tidak terbiasa mengucapkan "Selamat" saat Hardiknas kan? Tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa, lho! Menurut Lestia Primayanti, pelaku dan pemerhati pendidikan, kita jangan menyerahkan perkara pendidikan bulat-bulat ke sekolah.
"Orang tua perlu menjadi konsumen pendidikan yang cerdas, yang kritis bertanya apakah pendidikan di sekolah tetap melayani kebutuhan anak untuk belajar dan tumbuh," ujarnya.
Tapi mulai dari mana, ya? Khusus di Hari Pendidikan Nasional, tim kumparanMOM mencoba mulai dengan menjawab 10 pertanyaan ini:
Masa depan cerah untuk anak itu seperti apa sih? Foto: Shutterstock
Jawab "Apa" sebelum "Bagaimana"
Ilustrasi anak belajar membuang sampah. Foto: Shutter Stock
Jawab Bagaimana, Dengan Spesifik
ADVERTISEMENT
Ilustrasi guru sekolah anak Foto: Shutterstock
Arti Bersekolah
ADVERTISEMENT
Ilustrasi anak belajar di rumah Foto: Shutterstock
Apa yang Paling Penting?
a. Merasa "senang dan bahagia" di sekolah dalam arti memiliki teman, menyukai gurunya, merasa percaya diri, diterima dan dihargai?
b. Merasa cukup ditantang secara intelektual dan fisik di sekolah, bahkan jika saat harus menghadapi tantangan-tantangan ini terkadang ia merasa tidak nyaman?
c. Menemukan dan mengekspresikan apa yang jadi kekuatan atau kemampuan khusus mereka di sekolah? Misalnya menari, melakukan penelitian ilmiah, melukis, dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
d. Terpapar berbagai pengetahuan (misal sastra, seni, budaya lokal, dsb), meskipun beberapa di antaranya mungkin awalnya tidak menarik bagi mereka?
e. Mengekspresikan diri dengan jelas dalam bentuk tertulis maupun lisan. Misalnya membuat laporan, berdebat, berdiskusi atau melakukan presentasi.
f. Memahami bagaimana tubuhnya bekerja, cara menjaga dirinya tetap sehat dan aktif secara fisik di sekolah?
g. Mandiri dalam mengurus dirinya sendiri dan terlatih dalam membuat keputusan dengan baik?
Ilustrasi guru mendampingi anak di sekolah Foto: Shutterstock
Peran Sekolah
Jangan lupa, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda juga sudah berperan aktif sebagai rekan setara dengan sekolah, demi kepentingan terbaik anak?
ADVERTISEMENT
"Bagaimanapun sekolah mendidik banyak anak sekaligus, tidak mudah menjalankan kegiatan belajar yang memenuhi kebutuhan unik setiap anak," pesan Lestia.
Sesuai Kebutuhan Anak
Senada dengan Lestia, menurut Alzena Masykouri, M.Psi, Psi., psikolog dari Sentra Tumbuh Kembang Anak Kancil, Jakarta Selatan, orang tua seringkali sibuk memilih sekolah terbaik untuk anak tanpa memahami bahwa pendidikan dan pembelajaran yang terbaik untuk anak bukan semata mencari sekolah terbaik.
"Yang harus dipertimbangkan apakah kondisi belajar dan kondisi pendidikan sudah sesuai dengan kebutuhan anak yang unik. Adik-kakak saja bisa berbeda lho, kebutuhannya," ujar Alzena.
Karenanya, menurut Alzena setiap orang tua juga perlu menjawab 3 pertanyaan ini:
Ilustrasi anak belajar di sekolah Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Bicara soal lingkungan pendidikan, ingat bahwa kebutuhan akan pendidikan bukan hanya dicari pemenuhannya melalui sekolah atau les, Moms. Justru orangtua berperan penting dan memiliki andil besar dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Nah Moms, yuk, kita jawab dengan jujur dan sadar demi anak-anak tercinta. Semoga jawaban-jawabannya dapat menjadi refleksi bagi kita di Hari Pendidikan Nasional ini. Dengan melakukan refleksi kita bisa menilai sejauh apa kita sudah berbuat, bekerja, berusaha untuk pendidikan anak. Tentu saja harapannya setelah itu kita bisa melakukan penyesuaian atau perbaikan-perbaikan yang kiranya diperlukan.
ADVERTISEMENT