kumparan
12 Sep 2018 18:37 WIB

Amankah Bila Sering Ganti Susu Formula?

Amankah bila sering ganti susu formula? (Foto: Shuterstock)
Akibat tergiur dengan penawaran ataupun kelebihan dari sebuah susu formula, sering kali membuat orang tua tergiur dan tertarik untuk mengganti susu formula untuk bayi dan anak. Bahkan pergantian susu itu pun kadang dilakukan dengan keyakinan mereka sendiri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.
ADVERTISEMENT
Nah, bolehkah hal itu dilakukan, Moms?
Menurut dr Galih Linggar Astu SpA dari Brawijaya Hospital, Depok, sebaiknya hal itu tidak sering dilakukan, Moms, tapi bukannya tidak boleh. Sebab sama halnya seperti orang dewasa, bayi juga memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan hal-hal baru. Nah, pada proses adaptasi itu tak selamanya bayi bisa menerima. Akibatnya bayi bisa mengalami masalah kesehatan, dan gangguan tumbuh kembang yang bisa mempengaruhi perilakunya.
Ilustrasi susu formula (Foto: Shutterstock)
"Semua yang kita berikan ke bayi itu yang pertama harus jelas indikasinya. Apakah dia memang harus menggunakan susu formula atau bisa dengan ASI saja? Jika memang harus mendapatkan susu formula, susu formula apa yang akan diberikan? Susu formula biasa, terhidrolisat sempurna, sebagian atau formula asam amino, atau susu khusus sesuai indikasinya. Bagaimana dengan kalori dan kandungan nutrisinya apakah sudah sesuai? Jika akhirnya kita pilih susu A, bayi sudah beradaptasi dengan susu A. Kemudian minggu depan kita ganti susu B, dia butuh beradaptasi kembali. Tidak semua bayi mudah beradaptasi dengan sesuatu yang baru," papar dr Galih saat ditemui kumparanMOM beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Dokter Galih menyarankan pada orang tua untuk tidak sering mengganti susu anaknya, terutama anak yang sulit beradaptasi dengan susu baru. Apabila bayi sudah cocok terhadap sebuah merek susu formula, maka hanya susu itulah yang diberikan untuk bayinya. Secara umum prinsip pemilihan susu formula yang tepat dan baik untuk anak adalah sesuai indikasi, kandungan nutrisinya sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak di usia tersebut dan bisa diterima sistem tubuh anak.
Siapkan susu formula untuk bayi (Foto: Thinkstock)
"Kalau sudah cocok sama satu merek, BAB-nya bagus, anaknya tidak muntah, pertumbuhannya bagus, kulitnya enggak bermasalah, anaknya bisa menerima rasa, ya sudah pakai saja susu itu sampai batas usia susu tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan jika susu tersebut tidak tersedia atau ada pertimbangan lain maka dapat diubah dengan susu yang setara. Artinya, masih sesuai dengan indikasinya, kandungan nutrisinya setara, dan lebih mudah didapatkan," kata dr Galih.
ADVERTISEMENT
Jadi, memang ada beberapa kondisi di mana Anda bisa mengganti susu formula anak, namun tetap disarankan agar tidak sering-sering, Moms. "Apabila tidak cocok baru diganti. Setelah pergantian usia, silahkan nanti diganti juga. Atau misalnya terpaksa kalau ke luar kota ternyata susu yang biasa digunakan tidak ada, apakah boleh diganti? Ya boleh saja. Tapi jangan sering-sering," jelas dr Galih.
Tips Menyiapkan Susu Formula (Foto: Shutterstock)
Sudah jelas kan, Moms? Oleh sebab itu, jangan mudah mengganti susu formula untuk bayi hanya karena tergiur penawaran baru. Bila memang perlu mengganti susu formula, karena alasan medis atau hal apapun, maka berkonsultasilah dengan dokter spesialis anak. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap bayi Anda, jikalau diperlukan nantinya mungkin akan dilakukan seperti tes darah, tes feses, tes urine dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
Pemberian susu formula untuk bayi juga harus didasari indikasi medis oleh dokter. Karena, Anda harus ingat, ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan