kumparan
2 Mei 2018 10:25 WIB

Apakah Bintik Merah di Perut saat Hamil Berbahaya?

Ibu Hamil. (Foto: Thinkstock)
Calon ibu baru biasanya khawatir ketika melihat suatu perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Mereka mudah panik dan jadi bertanya-tanya: Berbahayakah kondisi ini? Normal atau tidak yang ia alami? Dan banyak pertanyaan lainnya. Salah satu hal yang paling sering dikhawatirkan oleh calon ibu adalah timbulnya rasa gatal akibat bintik-bintik merah di tubuhnya selama kehamilan.
ADVERTISEMENT
Tarik napas dulu, Moms. Bila Anda mengalaminya, berikut penjelasan yang dihimpun kumparanMOM (kumparan.com) untuk Anda.
Di kalangan medis, bintik-bintik merah tersebut dikenal dengan nama Prurutic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy (PUPPP) atau Polymorphic Eruption of Pregnancy (PEP).
Hingga saat ini, belum diketahui pasti apa penyabab bintik merah tersebut. Namun, masalah ini diduga terjadi akibat perubahan hormon pada ibu selama kehamilan atau akibat peregangan yang berlebihan pada jaringan ikat kulit.
Bintik merah ini biasanya terjadi pada ibu yang mengandung anak pertama, yaitu saat usia kehamilannya memasuki 34 hingga 35 minggu, dan puncaknya saat minggu ke-38 hingga bersalin. Bagian tubuh yang sering menjadi sasaran bintik merah adalah perut, terkadang juga di paha, pantat atau lengan Anda.
ADVERTISEMENT
Tapi, Anda tak perlu khawatir. Dikutip dari kitab kehamilan karya Heidi Murkoff, bintik merah tersebut tidaklah membahayakan janin Anda. Bintik merah akan menghilang dengan sendirinya setelah dua atau tiga minggu setelah Anda melahirkan. Kondisi ini hanya saja membuat Anda merasa tidak percaya diri atau tidak nyaman karena gatal.
Meskipun tak berbahaya, sebaiknya Anda tetap melaporkannya atau menunjukkannya kepada dokter atau bidan, agar mereka tahu kondisi yang sebenarnya. Bila membutuhkan pertolongan medis, dokter kandungan atau bidan Anda akan merujuk atau menyarankan Anda berkonsultasi dengan dokter kulit agar segera mendapatkan penanganan yang benar.
Bila tidak terlalu parah, mungkin dokter kulit Anda hanya meresepkan obat-obatan topikal seperti krim atau salep yang aman untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan yang Anda rasakan.
ADVERTISEMENT
Namun, bila gatal dirasa sangat hebat dan begitu menggangu, dokter kulit Anda juga mungkin akan memberikan obat oral tambahan seperti Antihistamin atau suntikan untuk meredakan gatal.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·