Pencarian populer

Avengers: Endgame! Apa Kata Mereka yang Sudah Nonton Bareng Anak?

Film 'Avengers: Endgame' dari Marvel. Foto: Marvel

Antusiasme para penikmat film akan "Avengers: Endgame" mungkin memang pantas disebut demam. Tak hanya berbondong-bongdong ingin menyaksikannya, sejak Rabu (24/4) saat pertama kali tayang di bioskop, banyak orang yang sampai rela nonton di jam-jam tak biasa. Di pukul 5 pagi misalnya!

Yang antusias pun tak mengenal usia. Mulai tua, muda, anak bahkan balita. Ya, faktanya meski diberi label R13+ yang artinya tontonan untuk remaja di atas 13 tahun, tidak sedikit anak yang ingin menonton film ke-22 dari Marvel Cinematic Universe (MCU) ini. Apakah termasuk Anda dan si kecil di rumah, Moms?

Bila ya, siap-siap berburu tiket! Antusiasme masyarakat untuk menonton "Avengers: Endgame" yang begitu besar membuat tiket film ini sulit didapat.

Sambil menunggu tiket, coba baca review dari beberapa orang tua yang sudah mengajak anaknya nonton film ini untuk menjadi pertimbangan Anda

Salah satu adegan "Avengers: Endgame" Foto: Marvel Studios

Semesta Marvel yang Panjang

"Avengers: Endgame" merupakan penutup dari tiga fase pertama MCU, sejak 'Iron Man' (2008) hingga 'Captain Marvel' (2019). Meski begitu, untuk betul-betul bisa memahaminya, Anda perlu menyaksikan sederet film MCU yang lain, Moms. Demikian menurut Dila, seorang dosen yang sangat menyukai Marvel.

"Seenggak-enggaknya nonton Captain America The First Avengers, Iron Man, The Avengers yang pertama, Guardian of Galaxy yang pertama, Captain America Winter Soldier, Thor Ragnarok, Avengers Infinity War sama Captain Marvel, deh," ujar ibu dua anak ini. Tanpa menonton beberapa film tersebut, menurut Dila, Anda mungkin bingung mengikuti "Avengers: Endgame".

Tahu sendiri kan, Moms, kalau sudah bingung atau tidak mengerti anak bisa terus-terusan bertanya saat nonton atau jadi merasa bosan di dalam bioskop. "Enggak enak juga kalau jadi mengganggu penonton yang lain," tukas Dila.

Pendapat Dila sama dengan Djoe Effendy, ayah satu anak dari Batam. "Kalau hanya langsung nonton EndGame, bisa dipastikan bakal bingung, karena enggak ada pengenalan dan pengembangan karakter lagi. Endgame itu memang seperti konklusi dari puluhan film Marvel selama 10 tahun sebelumnya.

Ilustrasi anak nonton bioskop Foto: Shutterstock

Durasi yang Tak Biasa

Masalah bosan dan tidak mengerti saat menonton "Avengers: Endgame" menurut Amri Muharram, ayah dua anak di Balikpapan bisa juga disebabkan oleh durasi film yang tak biasa.

"Filmnya tiga jam! Kami nonton ber-39 karena memang janjian sama teman-teman sekolah Maliq dan Aisyah. Kelas 4 dan 6. Itu baru sekitar 1 jam nonton sudah kedengeran ada yang ngorok dan makin lama makin tambah rame suaranya! Hahaha..." Amri bercerita sambil tertawa, "Kecuali yang memang ngefans sama Marvel, mungkin enggak terasa, enggak bosen."

Karena durasi yang lama, beberapa orang tua lain juga mengingatkan pentingnya minta anak ke toilet serta menyiapkan makanan dan minuman yang cukup sebelum nonton. Terutama bila anak yang diajak nonton masih kecil.

Pengalaman Neli Sukmawati, ibu tiga anak yang tinggal di Depok bisa jadi contoh. "Saya ajak tiga anak, satu SMA, satu SMP dan satu anak 4 tahun. Nah, si bungsu ini tidur tuh, pas nonton. Mungkin karena filmnya kelamaan untuk anak sekecil dia. Kalau kakak-kakaknya sih, seru, enggak merasa bosan sama sekali," tutur Neli.

Duet maut Rocket Racoon dan War Machine Foto: Marvel Studios

Adegan Sadis

Tidurnya si bungsu, sebenarnya disyukuri juga oleh Neli. Pasalnya bila tidak tidur, ia khawatir anaknya akan melihat adegan-adegan yang penuh kekerasan bahkan beberapa adegan cukup sadis.

Neli mengingat ada adegan pemotongan bagian tubuh, penikaman, penghancuran, penembakan, ledakan yang sangat merusak, orang mengorbanan nyawanya, adegan pengejaran oleh monster menakutkan, dan banyak lagi.

"Heboh ya aksinya, ada senjata, pedang, kapak, palu, rudal, enggak tahu deh apalagi namanya," kata Neli. Hal ini dibenarkan oleh Febie Samatha, seorang penikmat film-film MCU.

"Adegan-adegannya yang ini cukup sadis," kata Febie, "Bukan violence battle (adegan perang) biasa kayak di film MCU lain. Ini ada adegan penggal kepala dengan zoom in yang cukup dekat, potong tangan, penyiksaan. Jadi bukan hanya berantem-berantem biasa. Kita yang dewasa aja malingin wajah pas nonton."

"Idealnya di atas 12 tahun, lah. Kalaupun terpaksa nonton, harus banyak briefing dan pendampingan ekstra!" Febie menyarankan.

Bagaimana dengan anak-anak Febie sendiri saat menontonnya? "Anak-anak saya heads up gitu, memalingkan wajah. Daripada kita yang sibuk nutupin mata anak, mereka memang kami ajari untuk kontrol diri. Karena kita enggak akan selalu ada untuk dampingin mereka. They have to look out for themselves."

Cuplikan klip film 'Avengers: Endgame'. Foto: YouTube Marvel Entertainment

Menguras Emosi

Selain sadis, menurut Febie alur cerita "Avengers: Endgame" cukup rumit, penuh drama dan menguras emosi.

"Karena anak-anak saya sudah cukup besar, film ini jadi bahan diskusi kami juga setelahnya, sih. Tentang emosi, rasa putus asa, rasa takut juga kehilangan. Tapi enggak tahu ya, kalau anaknya masih kecil bagaimana," ujarnya. Raras, ibu satu anak di Tangerang Selatan juga setuju.

"Ini bagus ya, kalau mau bahas soal keberanian, pengorbanan diri, kepahlawanan, dan kebaikan. Tapi memang banyak juga adegan yang ngaduk emosi. Pas ada tokoh yang berkorban, rela membunuh, pas pada sedih, putus asa atau trauma. Aduh, pokoknya baper, banget!" kata Raras.

Leny, ibu rumahtangga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, merasa dua anaknya yang berusia 8 dan 12 tahun, tidak akan siap nonton film seperti ini, "Banyak yang bilang ceritanya berat, kan. Emosional. Sementara anak-anak saya sensitif, gampang sedih. Enggak dulu, deh."

Leny memilih menunggu nonton bersama anaknya sampai "Avengers: Endgame" ada di TV kabel atau video. "Kalau nonton di rumah kan bisa di-pause, kalau sedih atau takut, dimatiin. Bisa ngejelasin dulu ke anak.

Cuplikan klip film 'Avengers: Endgame' Foto: YouTube Marvel Entertainment

Waspada Kata-kata Kasar dan Adegan Mesra

Beberapa orang tua yang sudah nonton "Avengers: Endgame" dan diwawancara oleh kumparanMOM juga menyoroti mengenai taburan kata-kata kasar dan adegan mesra di film ini. Memang, ini kembali lagi ke bagaimana kebiasaan anak atau nilai dalam keluarga Anda, Moms.

"Adegan ciuman cuma ringan, paling beberapa detik. Bahasanya juga baik-baik saja," Amri berpendapat.

Bisa saja, ada orang tua lain tidak sependapat dengan Amri. Santi, misalnya. Ibu dua anak dari Bandung ini merasa banyak kata-kata kasar yang sebenarnya tidak perlu ada dalam film itu.

"Filmnya sudah keren, epic, dahsyat malah. Kayaknya enggak usah pakai ciuman dan kata-kata kasar juga tetap keren, deh. Soalnya, anak-anak sekarang kan, pintar bahasa Inggris. Cepat menangkapnya," demikian ia berpendapat.

Kata-kata kasar apa yang dimaksud di sini?

Sekelompok pelajar SD di Balikpapan usai nonton film "Avengers: Endgame" didampingi guru dan orang tua Foto: Dok: Amri Muharram

kumparanMOM sendiri sempat mencatat beberapa kata seperti "son of a b*tch," "ass," "s--t," "bulls--t," "d--khead," "pissed," "damn," "piss-ant," "hell," "crap," dan "goddamn," saat nonton film ini.

Kata-kata kasar ini, bahkan diucapkan oleh tokoh atau karakter superhero yang terkenal sopan. "Iya, Captain America swearing juga di film ini! Semua jadi pengen swearing (berkata-kata kasar) karena menghadapi Thanos kali, ya?"

Jadi bagaimana, Moms? Siap nonton "Avengers: Endgame" bersama si kecil? Anda lah yang bisa memutuskan karena Anda juga yang paling tahu apa yang terbaik untuk anak-anak tercinta.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22