Pencarian populer

Benarkah Pria dengan Penis Kecil Susah Punya Anak?

Ilustrasi ukuran penis Foto: Pixabay

Pria dengan penis kecil akan lebih susah punya anak. Sebaliknya, pria dengan penis besar lebih subur dan mudah punya anak. Pernahkah Anda mendengar pendapat seperti ini?

Ya Moms, wajar bila Anda pernah mendengarnya karena hal ini memang banyak dipercaya oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Sampai ada sebuah riset yang menemukan hubungan antara ukuran penis dengan tingkat kesuburan pria. Riset ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Utah, AS, dan telah dipresentasikan di konferensi American Society for Reproductive Medicine.

Dilansir Newsweek, dalam riset ini para peneliti ingin menemukan apakah ukuran penis mempengaruhi tingkat kesuburan pria. Apa hasilnya?

Panjang pendeknya penis dihubungan dengan peluang punya anak Foto: pixabay

Ditemukan pria dengan penis dengan rata-rata ukuran 12,5 sentimeter cenderung lebih kesulitan untuk memiliki anak dibandingkan dengan mereka yang memiliki ukuran penis 13,4 sentimeter.

Dalam riset yang merupakan riset pertama yang menemukan hubungan antara fertilitas dengan panjang penis ini, para peneliti menganalisis data dari 815 pria berusia antara 18 dan 59 tahun yang mengunjungi sebuah klinik kesehatan antara 2014 dan 2017. Para peserta diminta melakukan tes Stretched Penile Length (SPL), yang dilakukan untuk mengetahui panjang penis mereka ketika ereksi. Di samping itu, usia, berat badan, dan ras dari para peserta juga dicatat tim peneliti.

Dari 815 peserta itu, 219 orang di antaranya tercatat memiliki masalah kesuburan, sementara sisanya memiliki kondisi tertentu seperti disfungsi ereksi dan sakit pada bagian testisnya.

Ilustrasi mengukur penis dengan pita pengukur Foto: Shutterstock

Meski begitu, pemimpin riset Austen Slade mengatakan bahwa pria dengan penis kecil tidak perlu mengkhawatirkan kesuburan mereka. Menurutnya, riset ini lebih banyak membuat pertanyaan dibanding menjawabnya. Mungkin karena ini juga, riset yang dilakukannya belum dipublikasikan pada sebuah jurnal medis.

Slade pun menjelaskan bahwa memang ada korelasi kuat antara pria dengan penis yang ukurannya lebih kecil dari rata-rata dan infertilitas. Namun ia menekankan bahwa banyak pria dengan ukuran penis di bawah rata-rata yang memiliki tingkat kesuburan yang normal. Sebaliknya, banyak juga pria yang memiliki ukuran di atas rata-rata tapi punya masalah kesuburan.

Tak heran kalau riset Slade dan timnya menuai kritikan. Salah satunya dari Sheena Lewis, ahli kesuburan manusia dari Centre for Public Health Queen's University Belfast, Inggris. Lewis mengatakan ada informasi yang kurang dari riset ini. Apa itu?

Ilustrasi masalah reproduksi pria Foto: derneuemann via pixabay

"Misalnya, apakah pasangan perempuan para pria ini juga mengalami infertilitas? Ini tidak diteliti atau dijelaskan. Jika iya, maka hal tersebut dapat merusak hasil temuan ini," ujar Lewis kepada Newsweek.

"Para pria di kelompok 'subur' datang ke klinik karena masalah reproduksi lain, hal itu juga merupakan faktor perusak lain bagi riset ini," tambah Lewis.

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Ryan P. Terlecki, ahli kesehatan pria dan profesor di Wake Forest Baptist Health, yang menyebut bahwa temuan baru ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

"Jika data riset ini bisa bertahan ketika riset diteliti, dan jika pusat kesehatan lain bisa mengkonfirmasi temuan tersebut, barulah ada kemungkinan untuk bisa mempercayai bahwa panjang penis pria berhubungan dengan infertilitas," kata Terlecki.

Ketahuilah cara mengukur penis dengan tepat Foto: Shutterstock

Terkait dengan ukuran penis dan kesuburan pria, Anda juga mungkin perlu menentukan lagi, Moms, bagaimana sih, cara mengukur besar-kecil atau panjang-pendeknya penis seorang pria? Panjangnya? Diameternya? Lalu dari sebelah mana mulai mengukurnya? Bingung juga kan, jadinya?

Karena itu, lebih baik Anda memahami satu istilah penting ini: jarak anogenital. Apa maksudnya? Jarak anogenital (AGD) adalah pengukuran dari anus ke perlekatan terdekat dari skrotum ke tubuh.

Menurut hasil penelitian dari University of Rochester Medical Centeryang dipublikasikan ini dalam jurnal Environmental Health Perspectives pada tahun 2011, pengukuran AGD ini lebih penting karena berkaitan dengan volume air mani dan jumlah sperma.

Pria dengan jarak anogenital kurang dari 5 sentimeter, cenderung kurang subur. Sementara mereka yang memiliki jarak anogenital lebih dari 5 sentimeter bisa dikatakan cenderung lebih subur. Berikut penjelasannya:

- Panjang AGD rata-rata pria adalah sekitar 5 hingga 6 sentimeter. Pria yang memiliki pengukuran AGD lebih pendek dari ukuran rata-rata ini umumnya menunjukkan jumlah sperma kurang dari 20 juta per mililiter.

- Dengan jumlah sperma dalam kisaran ini, peluang pria berhasil membuahi pasangannya turun hingga setengah dibandingkan dengan pria yang memiliki jumlah sperma dalam kisaran 50 hingga 60 juta sperma per mililiter.

- Sebaliknya, pria yang dengan pengukuran AGD yang lebih panjang dari rata-rata, diketahui memiliki jumlah sperma yang lebih banyak sehingga meningkatkan juga peluang terjadinya pembuahan.

Bagaimana, mau mencoba mengukur penis suami tercinta malam ini?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: