kumparan
21 Mar 2019 11:38 WIB

Beragam Jenis Puting Ibu dan Cara yang Tepat Agar Berhasil Menyusui

Ibu menyusui Foto: Shutterstock
Menyusui merupakan momen berharga antara ibu dan bayinya. Tak hanya demi memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, menyusui juga membangun ikatan emosional yang kuat antara Anda dan buah hati. Namun bukan berarti menyusui minim tantangan.
ADVERTISEMENT
Salah satunya terkait bentuk puting payudara ibu. Tak semua wanita terlahir dengan bentuk puting yang serupa. Beberapa bentuk puting biasanya membuat sebagian wanita butuh usaha lebih untuk melekatkan mulut bayi saat menyusui.
Namun bukan berarti Anda harus menyerah, Moms. Semua bentuk puting adalah normal, dapat menghasilkan ASI dan membantu Anda berhasil menyusui. Nah Moms, berikut adalah beragam jenis puting ibu dan cara yang tepat agar berhasil menyusui bayi.
1. Puting Masuk
Ibu menyusui bayi dengan puting masuk. Foto: Shutterstock
Bentuk puting jenis ini cenderung tenggelam atau tidak timbul. Puting masuk memang menyulitkan bayi melekatkan mulutnya. Mulutnya kadang “tergelincir” dan malah menjauh dari puting. Tapi bukan berarti bayi tidak bisa menyusu pada puting masuk, Moms.
Menurut buku The Ultimate Breastfeeding Book of Answers karya Dr Jack Newman, seiring berjalannya waktu, puting masuk bisa menjadi keluar atau tidak terlalu masuk dalam masa menyusui. Isapan bayi dapat membantu puting keluar. Ibu menyusui dengan puting masuk juga disarankan untuk menggunakan nipple shield atau memompa ASI sebelum menyusui agar puting sedikit keluar.
ADVERTISEMENT
2. Puting Rata
Bantal menyusui. Foto: Shutterstock
Jenis puting ini rata bersama area areola. Meski tidak semudah wanita dengan puting timbul, menyusui dengan puting rata lebih mudah daripada puting masuk. Mengutip laman Very Well Family, kebanyakan wanita dengan puting rata berhasil menyusui dengan baik.
Puting rata akan lebih menyulitkan jika diikuti dengan payudara bengkak. Jika hal ini terjadi, cobalah memompa ASI dulu sebelum menyusui. Hal ini akan memudahkan mulut bayi melekat. Pegang payudara dalam posisi V (dari bawah) atau C (dari samping) untuk membantu si kecil.
3. Puting Besar dan Panjang
Ilustrasi ibu menyusui bayi Foto: Shutterstock
Puting yang sangat besar dan panjang ternyata juga bisa menyulitkan proses menyusui. Sebab untuk mengisap ASI, bayi tak hanya perlu melekatkan mulutnya pada puting, namun juga menggapai bagian sekitarnya agar dapat memeras saluran ASI. Jika puting sangat besar, bayi susah menggapai area sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Sebagian besar bayi yang terlahir sehat dan tepat waktu, dapat menyusu dengan baik pada puting yang besar. Namun bayi prematur biasanya lebih sulit. Anda bisa menggunakan nipple shield untuk memudahkan bayi. Memompa ASI sebelum menyusui juga dapat membuat puting lebih tipis.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan