Pencarian populer

Cara Agar Anak Tidak Takut Ke Dokter Gigi

Ilustrasi dokter gigi. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Dokter gigi boleh jadi merupakan salah satu mimpi buruk anak-anak. Terutama jika pengalaman pertama si kecil sewaktu ke dokter gigi sudah buruk, maka kemungkinan besar seterusnya dokter gigi akan menjadi momok.

Padahal, demi kesehatan gigi dan gusi, anak mesti rutin ke dokter gigi. Dilansir kumparanMom (kumparan.com) dari Parenting, ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan supaya anak tidak lagi takut ke dokter gigi.

Pilih Dokter Spesialis Gigi Anak

Ilustrasi dokter gigi (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Pastikan Anda mengagendakan jadwal mesti temu dokter spesialis gigi anak, dibandingkan ke dokter gigi umum.

Ini karena dokter gigi anak sudah dilatih untuk memahami perilaku dan bisa mengambil hati anak. Ditambah lagi, biasanya desain ruangan praktik dokter dapat menarik perhatian si kecil. Jauh dari kesan seram sama sekali.

Namun bila anak memang memiliki pengalaman buruk pada kunjungan ke dokter gigi sebelumnya, Anda bisa mengajak si kecil melakukan safari atau berkunjung ke rumah sakit di poli anak sebelum daftar jadi pasien, Moms.

Biarkan si kecil melakukan skrining tempat baru, sambil memberikan pengertian pada anak manfaat rutin mengunjungi dokter gigi.

Biasanya dari desain ruang tunggu poli anak pun sudah ramah anak, misal menggunakan wallpaper tokoh kartun, dan ada playgroundnya juga.

Bawa Properti Pendukung

Mainan anak lucu (Foto: Pixabay)

Ciptakan suasana relaks, supaya anak tidak merasa sangat terbebani, Moms.

Anda bisa memperbolehkan anak untuk membawa boneka kesayangannya, menggunakan baju favoritnya, maupun memberikan tambahan waktu bermain gadget.

Tidak Menakut-nakuti

Ilustrasi bayi tumbuh gigi (Foto: Mojpe/ Pixabay)

Ketika si kecil sudah duduk manis di kursi praktik dokter, Anda belum sepenuhnya bisa lega dulu, Moms. Anda mesti memastikan urusan si kecil harus sampai selesai sebelum ia meninggalkan tempat.

Cara yang bisa Anda lakukan adalah Anda bisa tetap menemani dengan berada di samping anak, namun tetaplah bersikap tenang, tidak menunjukkan raut muka cemas, dan tidak menakut-nakuti anak dengan mengada-ngada cerita kondisi buruk giginya.

Hal ini justru menimbulkan kesan buruk, alhasil anak takut membuka mulut kecilnya.

Selain itu, jangan tanyakan kemungkinan terburuk yang terjadi pada gigi anak ke dokter di depan anak langsung. Anda hanya sedang memperburuk keadaan. Termasuk pula jangan menceritakan pengalaman buruk Anda saat pergi ke dokter gigi.

Berikan Pujian sebagai Reward

Ibu menyayangi anak (Foto: Pixabay)

Dan yang terakhir, berikan anak pujian dan hadiah karena anak sukses menemui dokter gigi.

Misalnya, Anda bisa menambah koleksi mainan favorit anak, seperti membelikan boneka atau mainan favoritnya.

Tapi perlu diingat, Moms. Tanamkan pada diri anak, bukan hadiah yang lebih penting. Melainkan kesadaran anak untuk menjaga kesehatan giginya yang tidak hanya berhenti sampai pada hari ini saja.

Dengan begitu anak akan tidak akan menganggap bahwa pergi ke dokter gigi merupakan sebuah rutinitas yang harus diimbangi dengan hadiah.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23