Pencarian populer
Cara Mengembangkan Kemampuan Bahasa Bayi Prematur
Ilustrasi bayi lahir prematur. (Foto: Thinkstock)
Bayi yang lahir prematur atau lahir sebelum waktunya banyak mengalami tantangan pada awal kehidupannya. Tak hanya itu, ada juga resiko gangguan tumbuh kembang bayi prematur yang harus diwaspadai.
Namun, jangan khawatir, Moms. Karena tidak selalu bayi yang lahir prematur memiliki gangguan pada tumbuh kembangnya. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, bayi yang lahir prematur memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik pada usia 18 bulan jika mereka mengalami lebih banyak berinteraksi dengan ibunya saat awal kelahiran.
Penelitian tersebut dilakukan untuk membandingkan kemampuan bahasa pada anak yang lahir tepat waktu dengan anak yang lahir prematur. Sebab, beberapa tahun terakhir para peneliti menemukan banyak anak yang lahir tepat waktu namun memiliki kesulitan dalam berbicara.
Seorang dokter dari Warren Alpert Medical School of Brown University dan Women & Infants Hospital di Providence Rhode Islands, Betty Vohr bersama timnya, melakukan penelitian pada 36 bayi prematur yang baru dilahirkan dengan berat 2 kilogram. Bayi tersebut rata-rata dilahirkan pada usia 32 hingga 36 minggu kehamilan. Penelitian itu dilakukan di sebuah ruang NICU pada rumah sakit ibu dan anak setempat, tempat para bayi tersebut dirawat.
Kemudian, Betty bersama tim selama 16 jam merekam berbagai suara di ruang NICU tersebut. Seperti suara bayi, suara interaksi antara orang dengan bayi, dan suara alat kesehatan di ruang NICU. Setelah itu, rekaman tersebut dianalisis.
Betty dan tim menemukan bahwa bayi yang mendengarkan 100 kata per jam saat dirawat di ruang NICU setelah dilahirkan, menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa yang terukur.
Dalam siaran pers American Academy of Pediatrics (APP) yang diterbitkan oleh jurnal Pediatrics juga menjelaskan hal yang sama. Bahkan setiap kelipatan 100 kata orang dewasa per jam didengarkan pada bayi prematur yang baru dilahirkan pada usia 32 minggu kehamilan, maka bayi tersebut memiliki kemampuan bahasa yang baik. Sehingga, AAP menyarankan agar orangtua melakukan interaksi yang cukup banyak saat bayinya dirawat di NICU untuk menghindari risiko penundaan bahasa.
Menambahkan 100 kata tambahan per jam sebenarnya cukup sederhana. Misalnya dengan menyanyikan lagu, membaca pusi, menceritakan hari Anda, bercerita soal rencana masa depan untuknya atau bisa juga dengan mendongeng.
Dr. Vohr mengatakan penelitian yang dia lakukan bersama tim sebelumnya juga menemukan bahwa bayi prematur dapat merespon suara ibunya dengan cepat.
"Studi kami sebelumnya mengidentifikasi bahwa bayi yang lahir prematur dapat merespon dengan suara saat mendengar suara ibunya dibandingkan ketika dia mendengar seorang perawat," kata Vohr.
Vohr juga menemukan bayi prematur memerlukan kontak yang cukup sering dengan ibunya untuk tumbuh kembangnya. "Studi kami menunjukkan dampak kuat dari orang tua yang berkunjung dan berbicara dengan bayi mereka di NICU akan berdampak pada perkembangan mereka," katanya.
Nah, jangan khawatir lagi jika Anda memiliki bayi yang terlahir prematur. Pastikan saja Anda senantiasa hadir untuk berinteraksi sesering mungkin dengan sang buah hati.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: