Pencarian populer

Cara Supaya Suami dan Anak Kangen Rumah Terus

Ilustrasi keluarga (Foto: Thinstock)

Seindah-indahnya pemandangan di luar, atau lezatnya makanan di restoran, Anda tentu berharap rumah sendirilah yang menjadi tempat favorit dan paling dicari suami dan anak. Bisa diwujudkan lho, Moms. Kuncinya, sederhana saja yaitu buatlah mereka kangen dengan rumah terus. Bagaimana caranya?

Dirangkum dari buku "Menjadi Orang Tua Hebat" yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta (2017), begini cara membuat rumah Anda menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.

a. Memberi kesempatan kepada anak untuk bermain dengan teman sebaya

Anak-anak bermain di bus cat. (Foto: Flickr/Su-May​)

Dunia anak adalah dunia bermain. Pasti akan semakin menyenangkan buat anak, bila ia bisa bermain dengan banyak teman. Jangan batasi anak harus bergaul dengan orang-orang tertentu saja.

Anak bermain (Foto: Thinkstock)

Sebaliknya, biarkan ia membaur tanpa membedakan agama, suku, dan warna kulit termasuk anak dengan penyandang disabilitas. Dengan begitu si kecil akan belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, membantu dan menerima bantuan dari teman, dan anak dapat berempati terutama dengan kekurangan teman.

b. Melibatkan anak membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuannya

Ilustrasi anak mencuci piring. (Foto: Thinkstock)

Rumah adalah tempat tinggal seluruh anggota keluarga. Untuk tetap memastikan kelayakan tempat tinggal rumah adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya pada ayah dan ibunya saja.

Dengan melibatkan anak untuk melakukan pekerjaan di rumah, ia akan merasa dihargai, diakui, merasa berguna, dan belajar tanggung jawab. Meski begitu, pastikan Anda hanya memberikan pekerjaan yang telah disesuaikan dengan kemampuannya ya, Moms. Misalnya, bertanggung jawab terhadap kerapian tempat tidur dan tas sekolahnya.

c. Berkomunikasi efektif dengan anak

Ilustrasi anak dan orang tua. (Foto: Thinkstock)

Bila komunikasi dilakukan secara efektif, maka membuat seluruh anggota keluarga bisa menyampaikan pendapat, pikiran, dan perasaan mereka. Alhasil tercipta suasana keterbukaan, rasa aman, nyaman, dan menyenangkan.

Tidak masalah apakah si kecil masih terlalu muda dalam menyampaikan pendapat. Justru, libatkan ia sejak masih kecil untuk bersuara. Anak yang tumbuh di keluarga yang memiliki komunikasi efektif, kelak tumbuh jadi anak/remaja yang percaya diri, dapat menjadi pendengar yang baik, serta mampu mengendalikan diri.

d. Pengembangan literasi keluarga

Ilustrasi anak belajar dan membaca. (Foto: Thinkstock)

Keluarga adalah tempat pendidikan nomor satu. Dalam menjalankannya, akrablah terpapar oleh buku. Berikanlah buku bergambar pada anak, membacakan dongeng, mengajak anak berdikusi, memberikan kesempatan pada anak untuk menggambar atau mencoret-coret, dan sebagainya.

Ilustrasi anak membaca. (Foto: Thinkstock)

Seiring berjalannya waktu, bahasa yang ia pelajari semakin kompleks. Berbagai penelitian lainnya mengungkap, paparan buku sejak dini bahkan sejak bayi lebih banyak memberikan keuntungan.

Antara lain, si kecil kaya kosa kata sejak kecil, memiliki kemampuan akademik yang baik, daya analisisnya tajam, dan belajar berempati.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35