kumparan
16 Okt 2018 18:23 WIB

Fase Merangkak Bisa Mengubah Pola Tidur Bayi, Ini Alasannya

Bayi merangkak. (Foto: Shutterstock)
Perkembangan motorik si buah hati pasti selalu Anda monitor, termasuk saat ia sudah menginjak fase bayi merangkak. Tahap ini merupakan batu lompatan penting dalam tumbuh kembangnya. Dengan merangkak, bayi belajar mengasah kemampuan visual, memori, kognitif dan keseimbangan bahu.
ADVERTISEMENT
Fase bayi merangkak biasanya berlangsung antara usia 7 sampai 10 bulan. Anda mungkin akan mendapati ada perubahan pola tidur pada si kecil begitu ia belajar merangkak. Tak aya hal tersebut membuat Anda khawatir.
Dilansir Baby Sleep Science, tiap lompatan perkembangan motorik bayi memang mempengaruhi pola tidurnya. Perubahan itu dimulai saat si kecil sudah mampu berguling-guling, merangkak, duduk, hingga berjalan.
Ilustrasi Bayi Tidur Nyenyak (Foto: Tara Raye/Unsplash)
Nah pada bayi merangkak, gangguan tidur bisa lebih parah daripada saat ia hanya bisa berguling. Menurut penelitian yang dipublikasi oleh Monographs of the Society for Research, bayi yang sedang belajar merangkak biasanya lebih sulit tertidur di malam hari dan lebih sering terbangun.
Salah satu penyebab bayi merangkak sulit tidur adalah karena ia terlalu bersemangat mengeksplorasi kemampuan barunya. Ia pun jadi tidak begitu tertarik untuk tidur karena ingin merangkak ke sana kemari.
ADVERTISEMENT
Pada fase ini, otak bayi juga berkembang pesat. Merangkak mengharuskan bayi menggerakkan sisi tubuh kanan dan kiri dengan seirama sehingga memancing dua sisi otaknya untuk saling berinteraksi.
Interaksi ini akan menghasilkan koordinasi dua belahan otak sehingga keduanya bekerja seimbang. Namun efek dari kemajuan ini adalah pola tidurnya akan terganggu untuk sementara waktu.
Bayi merangkak. (Foto: Shutterstock)
Tak hanya tidur malam yang berubah. Bayi merangkak cenderung sulit untuk tidur siang. Namun perubahan pola tidur ini tidak mengurangi jam tidurnya, Moms. Misalnya dia tidur lebih singkat pada pagi hari, maka biasanya si kecil akan tidur siang lebih lama.
Anda tak perlu khawatir soal perubahan ini. Berubahnya pola tidur ini hanya terjadi sementara saja, Moms. Anda hanya perlu mengajak si kecil untuk pergi tidur sesuai jadwal biasa. Perubahan pola tidur ini biasanya hanya berlangsung beberapa minggu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan