kumparan
14 Apr 2018 19:24 WIB

Harus Bilang Apa bila Kepergok Anak saat Bercinta

Ilustrasi kepergok anak saat bercinta (Foto: Shutterstock)
Menjaga frekuensi bercinta setelah punya anak penting untuk hubungan marital Anda. Meski begitu, Anda dan suami tetap butuh banyak strategi untuk dapat melakukannya.
ADVERTISEMENT
Mulai dari mencari kesempatan untuk bisa berhubungan seks secara kilat di saat anak tidur, membiasakan diri untuk menahan suara agar anak yang tidur di kamar sebelah tidak terbangun bahkan mungkin sekalian mengganti lokasi bercinta Anda.
Apalagi kalau si kecil masih balita, yang artinya bisa saja masih tidur bersama Anda. Terpaksa deh, Anda bercinta di lantai, di sudut-sudut 'ajaib' di kamar agar anak tidak melihat, atau justru bercinta di luar kamar.
Tapi pernahkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi bila tiba-tiba anak memergoki Anda dan suami bercinta, Moms? Apa yang akan Anda lakukan dan katakan kepadanya? Si kecil mungkin belum paham apa yang sebenarnya dilihatnya, tapi ia sudah cukup besar untuk bisa bertanya dan mengharapkan penjelasan dari Anda.
ADVERTISEMENT
Wah, harus bagaimana ya?
Psikolog anak dan keluarga umumnya akan menyarankan Anda untuk tetap tenang. Jangan sampai anak menangkap kepanikan Anda.
Jika Anda panik, anak Anda akan mengasosiasikan reaksi Anda ini dengan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Atau anak akan menganggap apa yang dilihatnya sesuatu yang salah. Tetaplah tenang, segera tutupi bagian intim Anda sebisa mungkin dan atur emosi. Bila mampu usahakan tersenyum lalu tunggu reaksi anak.
Tentu saja, ada kemungkinan anak Anda tidak akan tahu apa yang Anda lakukan. Jadi sebelum Anda menyiapkan alasan, tunggu untuk melihat bagaimana dia bereaksi.
Anda juga tidak perlu bersikap defensif. Bisa jadi, anak bahkan hanya terbangun karena lapar atau haus dan belum benar-benar sadar. Bisa juga, anak menyangka Anda tengah melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan seks karena mereka bahkan tidak tahu apa itu seks.
ADVERTISEMENT
Yang paling mungkin, anak akan bertanya kenapa Anda dan suami telanjang atau dilihatnya dalam posisi yang aneh. Di sinilah Anda harus kreatif memikirkan jawaban yang masuk akal. Tentu saja, masuk akal di sini maksudnya sesuai dengan nalar dan usia anak ya, Moms.
Ilustrasi kepergok anak saat bercinta (Foto: Shutterstock)
Untuk membantu Anda, kumparanMOM (kumparan.com) sengaja bertanya pada 12 orang yang sudah pernah mengalami kepergok anak saat bercinta, meski tentu saja identitas mereka sengaja tidak kami cantumkan. Apa saja yang mereka katakan?
1. "Kami bilang pada anak kalau Ibu tadi main kelitik-kelitikan sama Ayah." -- Jawaban ini seharusnya cukup mudah dimengerti anak. Tapi berharap saja si kecil bertanya lebih lanjut kenapa kelitik-kelitikannya nggak pakai baju, ya.
ADVERTISEMENT
2. "Saya bilang kalau saya dan suami kepanasan banget! Terus karena jadi keringetan, makanya kami buka baju." -- Cocok digunakan bila anak tidak memergoki Anda dalam posisi yang aneh atau tidak mendengar suara-suara aneh Anda juga.
3. “Papa dan Mama lagi adu gulat. Seperti kamu dan kakak. Tapi pura-pura saja, kok. Mama enggak kesakitan." -- Aksi Anda dan suami bisa saja membuat anak khawatir ibunya sedang disakiti. Itu sebabnya jawaban ini bisa jadi 'masuk akal' untuk si kecil.
4. “Tadi Bunda bantuin cari lensa kontaknya Ayah yang jatuh." -- Bisa tidaknya jawaban ini dipakai sangat tergantung dengan posisi Anda dan suami saat terpergok.
5. “Kadang-kadang orang dewasa main kuda-kudaan.” -- Ini mudah diterima juga, tapi pastikan saja Anda menjelaskan pada anak bahwa anak-anak boleh bermain kuda-kudaan dengan cara lain.
Ilustrasi kepergok anak saat bercinta (Foto: Shutterstock)
6. “We were bouncing in bed! Seperti kamu main trampolin." -- Tentu saja, Anda dapat menggunakan alasan yang sama dengan alasan no.2 terkait keringat Anda akibat lompat-lompatan saat 'main trampolin'.
ADVERTISEMENT
7. “Punggung Ibu sakit, Ayah bantu memijatnya seperti itu supaya cepat sembuh.” -- Akan lebih meyakinkan kalau anak tahu Anda suka dipijat atau Anda pernah mengajaknya ke tempat spa ibu-anak.
8. "Abi demam! Jadi perlu skin to skin sama Umi." -- Kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) memang ampuh menurunkan demam. Bila Anda sering melakukan terapi ini pada anak ketika ia demam, pasti anak dapat memahaminya.
9. "Mami tadi dinyamukin. Papi bantuin cari dan mau tepuk nyamuknya." -- Meski posisi atau gerak tubuh suami saat kepergok tidak seperti hendak menepuk nyamuk, semoga saja si kecil tidak memperhatikan dengan detil sehingga tidak memikirkan kejanggalan ini.
10. "Ibu lagi latihan yoga dan Ayah mau coba yoga juga," -- Selanjutnya, Anda jadi punya alasan untuk mengajak suami betul-betul ikut atau setidaknya mengantar Anda ke studio yoga.
ADVERTISEMENT
11. "Kita lagi main siapa yang bisa jadi patung. Seperti patung-patung yang pernah kamu lihat di museum itu, lho!" -- Semoga ada banyak museum dengan koleksi patung tanpa busana di kota Anda.
12. "Ayah dan Ibu belajar sulap. Tiba-tiba pakaiannya hilang." -- Ya sudahlah, Moms. Mau bilang apa lagi? Sepertinya Anda cukup melengkapinya dengan berkata: simsalabim abrakadabra!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·