Pencarian populer

Hubungan Keterlibatan Ayah dengan Prestasi Anak di Sekolah

Peran ayah dalam pengasuhan pengaruhi prestasi anak. (Foto: Shutterstock)

Jangan sepelekan peran ayah dalam pola pengasuhan. Secara kuantitas, mayoritas ayah memang menghabiskan waktu lebih sedikit dengan anak daripada ibu karena harus bekerja di luar rumah seharian. Namun, jika ayah mampu meluangkan waktu secara rutin untuk berinteraksi dengan anak, ternyata efeknya cukup signifikan pada prestasinya di sekolah.

Anggapan bahwa segala hal yang berkaitan dengan pendidikan anak adalah tanggung jawab ibu tampaknya harus dikesampingkan. Peran ayah sejatinya sangat dibutuhkan anak dalam proses belajarnya. Anak yang sering berinteraksi dengan ayahnya cenderung punya prestasi akademik lebih unggul, punya IQ lebih tinggi, nilai ujiannya bagus, dan berperilaku positif di sekolah.

Pernyataan itu didukung oleh hasil penelitian University of Illinois, Amerika Serikat. Anak dengan ayah yang sering bertanya tentang kegiatan di sekolah cenderung lebih unggul secara akademik dibandingkan anak dengan ayah yang cuek. Pertanyaan itu bisa sesederhana bagaimana ia menjalani hari-harinya di sekolah, apa saja kegiatannya, atau siapa teman paling akrab di kelas.

Penelitian dengan kesimpulan senada juga dilakukan University of Oxford, Inggris. Mereka meneliti 17 ribu anak sekolah untuk mencari korelasi antara keterlibatan ayah dengan kesuksesan akademik anak.

“Ayah yang terlibat adalah yang membacakan buku untuk anaknya, mengajak mereka outing, tertarik pada pendidikan anak, dan mengambil peran yang sama dengan ibu dalam mengasuh anak. Anak dengan tipe ayah seperti ini cenderung mendapatkan nilai lebih baik di sekolah,” papar Eirine Flouri, psikolog yang terlibat dalam penelitian tersebut, dilansir Parents.

Ilustrasi Ayah bermain dengan anak. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Anak yang aktif berinteraksi dengan ayahnya tak hanya berprestasi secara akademik. Mereka juga punya kemampuan linguistik dan masalah perilaku yang lebih sedikit daripada anak dengan ayah yang cuek. Mereka lebih percaya diri, lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru, dan lebih merasa puas terhadap hidupnya.

Keterlibatan ibu saja dalam mengasuh anak tidaklah cukup. Anak tetap membutuhkan sosok ayah yang tak bisa digantikan.

Meski belum diketahui jelas kenapa peran ayah cukup signifikan dalam prestasi anak, penelitian dari Inggris dan AS menduga karena ayah punya cara belajar yang lebih menyenangkan daripada ibu. Sifat maskulin ayah membuat proses belajar lebih santai, menarik, dan penuh tawa canda.

Keterlibatan ayah juga membuat si kecil berpikir ayahnya sangat peduli dan sayang kepadanya, merasa aman, dan tak perlu menunjukkan perilaku negatif untuk mencari perhatian.

Ilustrasi Ayah bermain dengan anak. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Melibatkan diri dalam mengasuh anak tak harus ribet. Bisa dilakukan lewat hal sederhana, misalnya dengan membacakan dongeng sebelum tidur, mengantarkan anak ke sekolah sambil ngobrol, mengajaknya jalan-jalan pada akhir pekan, atau membantunya mengerjakan PR.

Perlu diingat, Moms, sosok ayah bagi anak tak bisa tergantikan sepenuhnya oleh siapapun. Menjadi ayah adalah komitmen seumur hidup dan sebaiknya diemban dengan penuh tanggung jawab.

====================

Selengkapnya seputar Ayah Milenial dapat disimak dalam topik Wajah Ayah Milenial.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: