kumparan
31 Jan 2018 20:42 WIB

Jangan Tertipu Kontraksi Palsu

Ibu Hamil (ilustrasi). (Foto: Thinkstock)
Memang tidak mudah untuk membedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi yang benar-benar merupakan tanda tibanya waktu bersalin. Meski kebanyakan dialami pada kehamilan pertama, banyak wanita yang sudah pernah hamil dan melahirkan yang tetap kesulitan membedakannya.
ADVERTISEMENT
Maklum, rasanya cukup mirip. Anda merasa sesak diikuti mengerasnya otot perut. Rasanya mirip karena kontraksi palsu atau yang disebut juga dengan kontraksi Braxton Hicks bisa diibaratkan sebagai 'latihan pemanasan' yang dilakukan oleh otot-otot dinding rahim Anda sebelum kontraksi yang sesungguhnya. Tapi karena baru 'latihan', kontraksi palsu umumnya tidak terasa kuat dan tidak disertai rasa sakit yang melilit.
Kenapa harus ada 'latihan' seperti ini? Dijelaskan dalam teori Braxton Hicks -dokter berkebangsaan Inggris yang pertama kali mengenali kontraksi palsu ini pada tahun 1872, kontraksi palsu bertujuan menyiapkan mulut rahim untuk membesar dan meningkatkan aliran darah di dalam plasenta. Tidak heran kalau kontraksi ini terjadi cukup jauh dari waktu persalinan yang sebenarnya atau kira-kira pada masa-masa awal hingga akhir trimester ke-3 kehamilan Anda.
ADVERTISEMENT
Nah, sebaiknya, Anda kenali ciri-ciri keduanya agar bisa bertindak tepat tanpa panik bila merasakannya.
Ibu hamil (Foto: Unsplash)
Kontraksi Palsu
- Datangnya tidak teratur. Bisa 10 menit sekali, 20 menit sekali bahkan 15 menit sekali.
- Biasanya kontraksi mereda atau berkurang bila saat terjadi Anda bangun dari tempat Anda duduk atau bergerak berpindah tempat.
- Secara berangsur-angsur kontraksi akan berkurang rasa sakitnya sampai akhirnya hilang dengan sendirinya.
Kontraksi Asli
- Datangnya teratur atau memiliki pola waktu (interval) terntentu. Awalnya jarang lalu makin lama makin sering, pendek jaraknya dan menguat.
- Bila Anda bangun dari tempat duduk atau bergerak berpindah tempat, alih-alih mereda kontraksi justru terasa makin melilit atau menyakitkan.
- Secara berangsur-angsur kontraksi terasa semakin kuat dan seolah mengigit perut Anda.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan