Pencarian populer

Jenis Vitamin dan Mineral Penting yang Dibutuhkan Anak

com-Anak Kecil Makan Buah (Foto: Thinkstock)

Suplementasi merupakan proses pemberian vitamin dan mineral dengan tujuan tertentu. Misalnya, diberikan pada anak untuk meningkatkan nafsu makan, kekebalan tubuh, hingga membantu penyembuhan ketika sakit. Lalu, seberapa penting sebetulnya suplementasi bagi anak?

Dr. Angga Wirahmadi, Sp.A di laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut, jika vitamin dan mineral sebenarnya secara alami bisa didapat dari asupan makanan bergizi seimbang sehari-hari, seperti pada sayuran dan buah-buahan.

Suplemen perlu diberikan jika memang dalam keseharian, anak dikhawatirkan tidak mengonsumsi makanan bergizi yang cukup atau menerapkan pola hidup yang kurang sehat. Singkatnya, suplemen diberikan hanya sebagai pelengkap nutrisi.

Jika anak membutuhkan suplemen, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pedoman beberapa jenis vitamin dan mineral yang direkomendasikan bagi anak berikut ini:

Vitamin A

Anak yang menderita diare (Foto: Thinkstock)

Penelitian ilmiah membuktikan jika vitamin A bisa menurunkan risiko kematian hingga 24 persen serta kematian akibat diare mencapai 28 persen. Maka, WHO menganjurkan anak diberikan 100.000 U pada anak usia 6-11 bulan, dan 200.000 U pada anak usia 12-59 bulan.

Vitamin D

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan bayi sebaiknya tidak terlalu sering terpapar sinar matahari agar tidak berisiko mengidap kanker kulit di kemudian hari.

Tapi, di lain pihak, sinar matahari sangat penting dalam pembentukan vitamin D yang bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan tulang. Oleh karena itu, AAP merekomendasikan pemberian suplementasi vitamin D sebesar 400 IU pada bayi ASI eksklusif dan bayi yang minum susu formula sebesar kurang dari 1 liter sehari.

Zat besi

Ilustrasi mengukur tinggi badan anak. (Foto: Thinkstock)

Suplementasi zat besi pada anak bermanfaat untuk pertumbuhan, daya tahan tubuh, mencegah anemia hingga perkembangan otak. Anda bisa memberikan anak di atas 6 bulan untuk rutin untuk mengonsumsi zat besi setiap hari selama 3 bulan berturut-turut.

Zink

Seng atau zink terbukti bermanfaat untuk menurunkan risiko diare dan pneumonia pada anak. Suplementasi zink dapat diberikan rutin selama minimal selama 2 bulan setiap 6 bulan sekali, pada bayi usia 6-23 bulan.

Iodium

Ilustrasi anak belajar (Foto: Thinkstock)

Mineral yang penting bagi pertumbuhan berat dan tinggi badan serta perkembangan otak anak ialah iodium. Balita yang kekurangan iodium bahkan dipercaya memiliki IQ yang lebih rendah 13,5 poin dibandingkan anak dengan cukup iodium.

Namun ingat Moms, pemberian suplemen bagi anak juga harus dipastikan keamanannya ya Moms. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda dan tetap cukupi kebutuhan gizi seimbangnya secara alami.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23