• 0

Jika Anak Sering Mengompol, Jangan Dimarahi Ya Moms!

Jika Anak Sering Mengompol, Jangan Dimarahi Ya Moms!


Anak mengompol (COV)

Anak mengompol (Foto: Thinkstock)
Mengompol merupakan salah satu permasalahan sering kali terjadi pada anak. Mengompol atau Enuresis Nokturnal dalam istilah medis sebenarnya lebih umum terjadi pada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Mengompol pada dasarnya adalah masalah neurologis alami. Pada masa kanak-kanak, otak belum mampu memberikan sinyal ke kandung kemihnya untuk menahan air kencingnya ketika mereka tertidur.
Sehingga, menghukum atau memarahi anak karena mengompol tidak akan membantu anak untuk sembuh dari kebiasaan tersebut. Justru, hal tersebut malah membuat proses penyembuhan jadi semakin lama.
Lalu, bagaimana solusi untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak?
Lawrence Balter, Ph.D., seorang psikolog asal New York, mengatakan bahwa secara otak manusia tidak memiliki fungsi menahan buang air kencing. "Ketika Anda tertidur, otak tidak bisa mengontrol kandung kemih. Dan ini adalah hal yang tidak bisa Anda lakukan secara sengaja atau tidak. Tapi, seiring berjalannya waktu dan ketika kamu beranjak dewasa, Anda tidak akan lagi mengompol, " ujar Lawrence yang dikutip dari laman Parenting.
Kemampuan menahan buang air memerlukan kebiasaan. Sehingga, anak keluar dari kebiasaan mengompol adalah dengan mengajarkan kebiasaan yang baik, alih-alih memarahinya. Anda bisa menjelaskan pada anak tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh, dan membimbing kebiasaan yang dapat mengontrol keluarnya urine.
Ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan mengompol. Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah tidak memberikan anak makanan mengandung kadar air yang tinggi. Konsumsi air anak yang terlalu banyak di malam hari menjadi faktor yang membuat anak mengompol.
Kedua, Anda juga bisa mengajaknya pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ajaklah anak Anda untuk ke kamar mandi sebelum tidur, sekitar tengah malam atau subuh untuk buang air kecil. Hal ini berguna untuk membiasakan anak untuk bangun dari tidur ketika ingin kencing. Dan yang pada akhirnya akan buat mereka berhenti mengompol.

Buang air kecil

Buang air kecil (Foto: Thinkstock)
Cara ketiga adalah melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatannya. Dalam beberapa kasus, anak yang sering mengompol di malam hari kemungkinan mengalami sembelit. Konsultasikan pada dokter jika anak terus-menerus mengompol. Pastikan anak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat.
Dalam kasus terburuk, dokter mungkin akan menyuntikan obat anti-diuretik. Obat-obatan ini untuk sementara mematikan kemampuan tubuh untuk menghasilkan air seni, sehingga dapat mencegah anak Anda mengompol. Tapi jangan khawatir Moms, pengobatan ini hanya bersifat jangka pendek. Pengobatan ini akan segera dihentikan oleh dokter setelah anak sudah bisa mengontrol kebiasaan mengompolnya.

MOMSBalitaKesehatan AnakKesehatan

500

Baca Lainnya