kumparan
13 Des 2018 19:44 WIB

Kenapa Anak yang Sudah Sekolah Seringkali Jatuh Sakit?

Ilustrasi anak sekolah. (Foto: Thinkstock)
Apakah sejak bersekolah anak Anda jadi sering sakit? Anda tidak sendiran, Moms. Banyak ibu yang menghadapi anaknya jadi sering sakit setelah masuk sekolah maupun daycare. Di antaranya, terkena infeksi saluran pernapasan atas seperti pilek dan infeksi telinga sekunder.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari laman Very Well, para ahli memperkirakan rata-rata anak terkena infeksi saluran napas sebanyak 6 hingga 8 kali per tahunnya. Para ahli juga mengungkap, anak-anak yang baru masuk sekolah maupun dititipkan di daycare akan cenderung lebih sering mengalami penyakit tersebut. Mengapa seperti itu?
Ilustrasi anak sakit. (Foto: Shutterstock)
Vincent Iannelli, MD, seorang dokter dan penulis "The Everything Father's First Year Book" dalam tulisannya pada laman Very Well, mengungkap, hal ini karena anak terpapar banyak orang baru dan kuman di daycare. Ada banyak sekali benda-benda yang sering disentuh oleh banyak tangan dan tak heran bila meninggalkan kuman di sana.
Namun, usia anak-anak pada awal kehidupannya memang cenderung lebih mudah jatuh sakit. Bila sewaktu balita Anda tidak menitipkannya di daycare, maka kemungkinan si kecil akan beberapa kali jatuh sakit saat ia masuk TK. Anak juga rentan terkena gastroenteritis atau istilah flu perut, yang sebabkan mual, muntah, kram perut dan diare.
ADVERTISEMENT
Untuk meminimalisir agar anak tak mudah jatuh sakit, pastikan si kecil mendapat imuniasi secara berkala. Yang tak kalah penting memerhatikan kondisi daycare, Moms. Pilih yang tidak terlalu banyak orang sehingga anak tidak banyak terpapar banyak orang. Juga biasakan pola hidup bersih, seperti ajari anak rutin mencuci tangan dan tidak mengemut jempol.
Anda juga mesti waspada bila yang terjadi pada si kecil adalah gangguan imunodefisiensi, apa maksudnya?
Ilustrasi anak sakit. (Foto: Thinkstock)
Yang berarti apabila anak mengalami infeksi berulang serta dalam jangka waktu lama. Ini akibat gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya yang terjadi akibat kelainan genetik.
Dr. Dina Muktiarti, Sp.A (K) pada laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut cirinya, antara lain infeksi berulang dan kadang merupakan infeksi yang berat yang bisa terjadi di kulit, sinus, tenggorokan, telinga, sistem saraf, saluran cerna, atau saluran kemih. Segera konsultasi ke dokter.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·