kumparan
23 Des 2017 16:18 WIB

Ketika Perempuan Alumni ITB Berbagi Tips Mendidik Anak

Rini dan Kedua Anaknya (Foto: Adisty Putri Utami/kumparan)
ITB Motherhood Home Coming menjadi momen berkumpul komunitas para ibu alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain momen menjalin ikatan, acara ini juga digunakan untuk berbagi ilmu tentang keluarga dan pendidikan anak.
ADVERTISEMENT
Acara yang berlangsung pada Sabtu (23/12) di Aula Barat ITB ini, berisi kegiatan-kegiatan seru serta informatif, seperti talkshow parenting, bazaar kuliner dan mainan anak, hingga beauty class bagi para ibu.
Lalu, bagaimana ibu-ibu berlatar belakang lulusan kampus teknik ini mendidik anak?
Marin dan anaknya (Foto: Adisty Putri Utami/kumparan)
Setiap orang tua memiliki caranya sendiri-sendiri dalam mendidik buah hati. Tapi, terdapat corak yang khas mengenai gaya mendidik anak dari komunitas ITB Motherhood ini. Mereka cenderung menempatkan anak sebagai subjek yang memiliki daya kreatif.
Salah satu contoh adalah Marin. Perempuan alumni Farmasi tahun 2009 ini memberi ruang lebih bagi anaknya. “Jika masalah mendidik anak, saya lebih melihat pada anak, sih. Nggak akan memaksakan si kecil, jadi jika mendidik pun diusahan sambil bermain,” ujar Marin.
ADVERTISEMENT
Hal yang sama juga diyakini oleh Mirah, alumni Teknik Dirgantara tahun 2008. Perempuan yang kini menjalani profesi sebagai dosen di kampus swasta ini menghormati ekspresi anaknya.
“Misalkan dia berimajinasi dengan sepeda yang ia gunakan seolah-olah sepeda tersebut, saya akan biarkan. Tidak menutup kemungkinan dia punya bakat terpendam. Jika dia salah, saya dan suami akan beri tahu, namun tetap dengan intonasi suara yang lembut,” jelas Mirah.
Mirah dan Anaknya (Foto: Adisty Putri Utami/kumparan)
Kelonggaran dan fleskibilitas dalam mendidik anak tidak membuat peran orang tua menjadi luntur. Riri, alumni Teknik Kimia tahun 2008, beranggapan orang tua dituntut adaptif seiring perkembangan kehidupan masa kini.
“Zaman sekarang kan banyak hal-hal baru, saya ingin lebih menjaga, dan mendampingi anak saya dari efek buruk hal baru tersebut. Saya ingin mendidik anak-anak secara langsung, supaya bisa make sure mereka mampu survive di zaman sekarang ini,” ucap Riri.
ADVERTISEMENT
Hal senada juga diungkapkan oleh Respi, alumni Farmasi ITB. Meski memberi ruang bagi kreatifitas anak, orang tua tetap memberi batasan.
“Saya membebaskan dia, yang penting tidak keluar jalur. Saya ingin anak ini tumbuh sesuai yang dia mau. Yang penting, kamu selaku orang tuanya tetap mengawasi dan menjaganya,” ucapnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan