kumparan
29 Agu 2019 15:56 WIB

Lebih Baik Mana, Buat Makanan Bayi dengan Sufor atau ASI Perah?

Ilustrasi makanan bayi Foto: Shutterstock
Saat membuat makanan bayi, apakah biasanya Anda mencampurnya dengan susu Moms? Bila ya, tentu gizinya bertambah dan rasanya pun jadi lebih enak.
ADVERTISEMENT
Tapi bicara soal susu yang digunakan untuk makanan bayi, Anda mungkin ragu memilih menggunakan susu formula alias sufor atau ASI perah (ASIP). Lebih baik mana ya, sebenarnya? Nah Moms, daripada terus meragu, kumparan menanyakan hal ini pada dr. Galih Linggar Astu, SpA, dokter anak dari Brawijaya Hospital, Depok.
dr. Galih menegaskan, kandungan gizi di dalam ASI tidak dapat ditiru apalagi ditandingi oleh susu formula mana pun. Susu formula biasanya juga diberi tambahan gula, sementara asupan gula pada bayi harus dibatasi.
Karenanya, jika si kecil sudah memasuki usia 6 bulan dan produksi ASI Anda cukup, maka lebih baik gunakan ASI perah saat membuat makanan bayi, Moms. Misalnya saja, mencampurkan ASIP ke dalam pure alpukat atau bubur beras.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, mencampurkan ASI perah ke dalam makanan bayi tak boleh sembarangan. Menurut dr. Galih Linggar Astu SpA, dokter anak dari Brawijaya Hospital, Depok, ada aturan yang harus diikuti orang tua saat mencampurkan ASIP pada menu MPASI si kecil.
“ASI perah sebaiknya dicampurkan pada MPASI saat makanan sudah dingin supaya kandungan nutrisi ASI tidak rusak,” ujar dr. Galih saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
ilustrasi asi perah Foto: Shutterstock
Jangan pula mencampurkan ASIP saat memasak makanan bayi di atas kompor atau slowcooker. Memanaskan ASI perah pada suhu di atas 40 derajat celsius bisa merusak kandungan nutrisi di dalamnya.
Nutrisi yang terkandung di dalam ASI yang dipanaskan dengan suhu 40 derajat celsius bisa rusak dan hilang. Salah satunya adalah probiotik yang sangat bermanfaat untuk sistem pencernaan bayi.
Ilustrasi makanan bayi. Foto: Shutterstock
Anda juga pasti mengamati, ASI perah yang telah didiamkan beberapa waktu akan menghasilkan dua lapisan susu, yaitu lapisan lemak (hindmilk) dan lapisan cairan (foremilk). Sebelum mencampurkan ASIP ke dalam makanan bayi, Anda perlu mengocoknya terlebih dahulu, agar kedua lapisan tersebut tercampur rata. Kocoklah ASI perah dengan perlahan agar tidak mempengaruhi kualitasnya.
ADVERTISEMENT
Meski boleh-boleh saja mencampurkan ASIP ke dalam makanan bayi, tapi Anda harus memastikan si kecil menyukai rasanya. Jika bayi Anda tidak menyukainya, jangan dipaksakan ya, Moms.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan