kumparan
18 Apr 2019 17:52 WIB

Lebih Baik Mana, Mandi Air Hangat atau Air Dingin saat Hamil?

Ilustrasi pancuran kamar mandi. Foto: PublicDomainPictures via Pixabay
Saat hamil, umumnya tubuh akan mudah berkeringat dan merasa lelah. Ibu hamil mungkin juga anak mengalami pegal-pegal dan otot-otot tegang. Salah satu cara mudah mengatasi keluhan ini adalah dengan mandi. Entah itu dengan pancuran ataupun berendam. Bisa dengan air dingin maupun air hangat. Tapi sebenarnya, mana ya yang lebih baik dan aman untuk ibu hamil maupun janin yang tengah dikandungnya?
ADVERTISEMENT
Ternyata, jawabannya air dengan suhu ruangan biasa saja. Ya Moms, ibu hamil disarankan untuk menghindari mandi dengan suhu tinggi apalagi bertahan lama seperti ketika mandi di sauna atau kolam air panas. Apa alasannya?
Ilustrasi masalah serius pada ibu hamil Foto: Shutterstock
Air dengan suhu tinggi ternyata dapat menimbulkan masalah serius bagi ibu hamil seperti menimbulkan pusing dan kondisi lemah. Di samping itu, tekanan darah bisa menurun hingga berkurangnya pasokan oksigen dan nutrisi ke bayi yang dapat menyebabkan keguguran. Pada kehamilan trimester pertama bahkan, cacat lahir pun dimungkinkan bisa terjadi.
Meski, bayi di dalam kandungan terbantu dalam suplai oksigen dengan adanya air ketuban ibu. Namun, berendam di air panas berlama-lama utamanya yang beruap tetap tidak dianjurkan Moms.
Ilustrasi pancuran kamar mandi. Foto: tookapic via Pixabay
Kalau airnya sedikit hangat saja, bagaimana? Boleh, kalau Anda benar-benar dapat memastikan panas air tidak terlampau menyengat. Tapi kalau airnya cukup panas --hingga mampu menaikkan suhu tubuh hingga 39 derajat celcius misalnya-- meski hanya sekitar 10 menit, sebaiknya dihindari sama sekali.
ADVERTISEMENT
Selain suhu air, lama waktu Anda berendam pun juga harus diperhatikan. Ibu hamil yang berendam lebih dari 10 sampai 15 menit, bisa meningkatkan suhu tubuh menjadi 38 derajat celcius.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan