kumparan
20 Mar 2019 16:24 WIB

Membedakan Balita Aktif dan Hiperaktif

Ilustrasi balita berjalan Foto: Shutterstock
Sebagai orang tua tentu bangga dan bahagia, melihat balita Anda dapat aktif di berbagai aktivitasnya. Berlari, melompat-melompat, bergerak, selalu enerjik dan tak mau diam, seolah-olah punya energi yang tak ada habisnya.
ADVERTISEMENT
Tapi tunggu dulu, Moms, coba perhatikan lagi, aktifnya si kecil tergolong hiperaktif atau bukan?
Dalam bahasa medis, kondisi hiperaktif disebut juga sebagai Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Umumnya indikasi ADHD mulai terlihat sejak usia dini, sebelum si kecil berusia 6 tahun dan cenderung semakin jelas terlihat, ketika ia mengalami perubahan situasi. Misalnya ketika ia mulai masuk sekolah atau dalam kelompok belajar. Kondisi hiperaktif terjadi karena adanya disfungsi neurologis, sehingga ia tak mampu memusatkan perhatian.
Adapun ciri balita yang mengalami hiperaktif atau ADHD di antaranya; seperti tidak bisa diam atau selalu gelisah, terus menerus berbicara, sulit berkonsentrasi dan perhatiannya mudah teralihkan, sulit mematuhi instruksi, cenderung terlihat tidak mendengarkan dan mengalami kesulitan dalam memproses informasi.
Ilustrasi balita berlari. Foto: shutterstock
Lantas bagaimana caranya membedakan anak usia balita yang aktif dengan yang hiperaktif?
ADVERTISEMENT
Cara membedakannya cukup mudah, Moms. Balita yang hiperaktif ditandai dengan perilaku aktif yang tidak bertujuan. Sedangkan balita yang benar-benar aktif, kegiatannya bertujuan. Misalnya bila balita yang hendak bermain mobil-mobilan atau puzzle, maka yang ia akan mengambil mobil-mobilan ataupun puzzle-nya. Anak hiperaktif tidak tahu tujuannya bergerak.
Balita yang aktif akan langsung merespon bila dipanggil orang di sekitarnya. Sedangkan balita yang hiperaktif perlu dipanggil berkali-kali ketika dipanggil, karena kurang fokus. Balita yang hiperaktif juga biasanya mudah lupa terhadap hal-hal kecil, akibat atensi dan ingatan jangka pendeknya berkurang. Misalnya seperti ia lupa meletakkan mainan-nya.
Selain itu, balita aktif masih bisa fokus saat Anda mengajaknya bicara, tapi tidak bagi anak hiperaktif yang cenderung gelisah dan menginterupsi.
ADVERTISEMENT
Bila Anda menduga si balita mengalami gejala hiperaktif atau ADHD, sebaiknya segera membawanya ke dokter. Serangkaian pemeriksaan fisik serta psikologis akan dilakukan untuk mendiagnosis jenis gangguan yang menyerangnya serta mengevaluasi pemicunya, Moms.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan