Pencarian populer

Mengenal Penyakit Celiac pada Anak

Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh sehat. Namun terkadang, penyakit bisa saja datang menghampiri si kecil. Salah satu penyakit yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah Celiac. Pernah dengar, Moms?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), penyakit ini mempengaruhi usus halus. Ketika anak dengan penyakit celiac makan gluten, maka tubuh akan meningkatkan respons imun yang menyerang usus. Gluten sendiri merupakan protein yang ditemukan dalam gandum, oat, gandum hitam atau barley.

Tepung gandum Foto: Thinkstock

Serangan-serangan pada usus tersebut menyebabkan kerusakan pada vili, proyeksi kecil seperti jari yang melapisi usus dan berfungsi dalam penyerapan nutrisi. Ketika vili rusak, nutrisi tidak dapat diserap dengan baik ke dalam tubuh, sehingga bisa mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Celiac Disease Foundation (CDF) dalam laman resminya menjelaskan kalau penyakit ini adalah penyakit autoimun kronis, dengan kata lain ini tidak bisa disembuhkan.

Nah Moms, berikut kami rangkum 5 hal seputar penyakit Celiac yang perlu Anda ketahui.

  1. Gejala Penyakit Celiac

Ilustrasi anak sakit perut Foto: Shutterstock

Gejala penyakit celiac sangat luas, namun menurut AAP, gejala paling khas dari penyakit ini adalah diare yang berair atau sebagian padat, sering kali berbau tidak sedap, dan terlihat berminyak atau berbuih. Hal tersebut dikarenakan sistem pencernaan orang yang memiliki penyakit celiac tidak mampu menyerap nutrisi secara sempurna.

  • Perut kembung

  • Sering kentut

  • Pusing atau sakit kepala

  • Hertburn

  • Penurunan berat badan

  • Mual dan muntah

  • Kelelahan

  • Sering sakit perut

  • Nyeri atau kram otot

  • Anemia, biasanya karena kurang asupan zat besi

  1. Bisa Terjadi di Usia Berapa Saja

com-Roti Gandum Foto: Shuttertsock

Walau lebih sering terjadi pada anak, namun penyakit Celiac ini bisa terjadi di usia berapa saja. Penyakit ini bisa berkembang di usia berapa pun, setelah orang tersebut mulai mengkonsumsi makanan atau obat yang mengandung gluten.

Fakta lainnya adalah, semakin lanjut usia seseorang saat didiagnosa Celiac, maka semakin besar juga kemungkinan ia mengalami penyakit autoimun lainnya. Jadi, jika Anda menemukan gejala penyakit Celiac pada anak, segera konsultasikan dengan dokter.

  1. Penyakit celiac dapat diturunkan genetik

American Academy of Pediatric juga menjelaskan kalau sekitar 35 sampai 40 persen manusia membawa salah satu atau kedua gen tinggi risiko Celiac. Gen itu disebut HLA-DQ2 dan DQ8. Beberapa anak dengan kondisi kesehatan atau sindrom tertentu, bahkan berisiko lebih tinggi mengalami penyakit Celiac, misalnya saja:

  • Keturunan langsung dari orang yang mengalami penyakit Celiac,

  • Down syndrome,

  • Diabetes tipe 1,

  • Defisiensi IgA,

  • Sindrom Turner,

  • Sindrom Williams,

  • Autoimun thyroiditis.

Menurut Celiac Disease Foundation (CDF), sekitar 1 dari 100 orang di dunia mengalami penyakit Celiac. Sementara perbandingan anak dari keturunan langsung penderita penyakit Celiac, berisiko 1 dari 10 kesempatan menderita penyakit Celiac juga.

  1. Penderita Celiac Berisiko Terkena Penyakit Lain

CDF juga menjelaskan bahwa penderita penyakit celiac harus didiagnosa secara menyeluruh dan perlu menjaga tubuh agar tidak terkena penyakit lain. Ya Moms, penderita celiac rentan terkena beberapa penyakit lain, seperti kanker usus, diabetes tipe 1, penyakit tiroid, mutiple sclerosis, infertilitas, keguguran, epilepsi, anemia defisiensi besi, osteoporosis dini atau osteoponia, intoleransi laktosa, defisiensi mineral dan vitamin, masalah pankreas, atau kanker intestinal limfoma.

Menurut data CDF, ada sekitar 300 sindrom yang berkenaan dengan penyakit celiac. Selain itu, sekitar 20 persen penderita celiac tergolong asymptomatic, yang artinya mereka tidak mengalami gejala-gejala eksternal sama sekali. Walau begitu, semua dengan penyakit Celiac tetap berisiko mengalami komplikasi jangka panjang.

  1. Bisa Dicegah Sejak Bayi di Dalam Kandungan

Ibu hamil perlu makan makanan bergizi seimbang Foto: Shutterstock

Walau tidak bisa disembuhkan, penyakit Celiac bisa dicegah. Baru-baru ini sebuah penelitian menemukan bahwa ibu hamil yang sering mengkonsumsi makanan tinggi serat dapat memperkecil risiko penyakit Celiac pada bayi yang dilahirkannya.

Penjelasan lebih lengkap mengenai penelitian ini dapat Anda baca di artikel ini.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32