kumparan
12 Sep 2018 11:56 WIB

Merangkak di Lantai atau Karpet: Mana Lebih Baik untuk Bayi?

Bayi merangkak di karpet (Foto: Shutterstock)
Saat bayi merangkak, ia bisa saja semangat menjelajah ke seluruh penjuru rumah. Maklum, dengan kemampuan merangkaknya bayi merasa jauh lebih berdaya dan seolah ingin menjelajah dunia yang selama ini hanya bisa ia lihat atau datangi dengan bantuan orang dewasa.
ADVERTISEMENT
Tentu saja, ini berarti bayi bisa merangkak di atas berbagai permukaan lantai di rumah yang mungkin tidak sama. Mulai dari lantai keramik, lantai kayu, hingga mungkin bila tidak diawasi lantai kamar mandi yang licin atau lantai teras yang lebih kesat atau kasar!
Di sinilah kemudian banyak orang tua yang merasa perlu menyediakan karpet atau matras khusus untuk bayi merangkak. Tujuannya agar bayi merasa lebih nyaman dan tidak cedera bila tersungkur atau terguling saat merangkak.
Namun ada juga orang tua yang tetap membiarkan bayi merangkak di lantai tanpa alas apa-apa. Nah, sebenarnya mana yang lebih baik?
Ilustrasi bayi merangkak. (Foto: Shutterstock)
Jawabannya: keduanya baik, Moms! Sebab saat bayi merangkak, yang terpenting adalah bayi dapat melatih keterampilan motoriknya baik di lantai yang keras, lembut dan berbagai jenis permukaan lainnya termasuk yang tidak rata.
ADVERTISEMENT
Jadi, biarkan saja bayi Anda merasakan atau mencoba semuanya selama permukaan tempat bayi merangkak tidak melukainya. Anda tidak mungkin membiarkan bayi merangkak di hamparan bara api atau kerikil tajam, kan?
Ilustrasi Bayi Merangkak di Ruang Keluarga (Foto: Shutterstock)
Lantas bagaimana bila bayi terjatuh atau tergelincir saat belajar merangkak di permukaan tanpa alas? Cobalah untuk tidak terlalu khawatir. Pasalnya, sesekali terjatuh justru bisa menguntungkan si kecil.
Ya Moms, saat belajar merangkak bayi sesekali akan jatuh dari satu gerakan ke gerakan lainnya dan ini wajar. Perhatikan saja dan terus semangati!
Setelah beberapa kali mengalaminya, bayi akan belajar untuk menjaga posisi tubuhnya dan mencoba merangkak kembali dengan lebih mantap. Keterampilan motorik yang telah dipelajari bayi ini menjadi pola gerakan yang sangat kuat di otak dan sangat baik bagi bayi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan