Pencarian populer
Mom

Panduan Mengajarkan Life Skill Sesuai Usia Anak

Ilustrasi anak belajar masak. Foto: Shutterstock

Mendidik anak tak hanya sampai pada mengajarkan cara bicara, berhitung dan membaca. Tapi juga soal life skill agar kelak ia dapat mandiri. Life skill itu sendiri adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan, termasuk berperilaku positif agar dapat bertahan.

Mengenalkan dan mengajar anak tentang life skill, perlu jangka waktu panjang dan dilakukan secara bertahap, sesuai usia si kecil. Berikut adalah panduannya:

Umur 2-3 tahun:

Anak menyusun balok mainan Foto: Pixabay

Mulailah dengan mengajari anak cara membersihkan rumah yang sederhana, seperti merapikan mainan setelah bermain, menaruh pakaian kotor di tempatnya, dan menaruh piring bekas makan di tempat cucian.

Selain itu, ajarkan juga cara merawat diri yang sederhana, seperti memakai baju sendiri, menggosok gigi, serta mencuci kaki, cuci tangan, dan mencuci muka setelah bepergian dan sebelum tidur.

Tak apa, bila si kecil kerap masih suka lupa. Kesabaran untuk terus melatih secara berulang-ulang dan contoh dari Anda merupakan kunci.

Umur 4-5 tahun:

Ilustrasi anak sikat gigi Foto: Shutter Stock

Pada usia ini, Family Education mengatakan anak sudah mulai bisa menguasai kemampuan sebagai berikut:

- Melakukan pekerjaan rumah sederhana

- Memberi makan hewan peliharaan.

- Bisa membedakan uang dan mengerti bagaimana cara menggunakannya.

- Bisa menggosok gigi, menyisir rambut, dan mencuci kaki, tangan, dan muka sendiri.

- Bisa memakai baju sendiri.

Tak apa bila anak belum terampil, Anda bisa melatihnya lagi secara terus-terusan. Setelah itu, Anda bisa melatih anak untuk mengingat:

- Nama panjangnya sendiri, alamat, dan nomor telepon orang tua.

- Nomor darurat yang bisa ia hubungi.

Umur 6-7 tahun:

Ilustrasi anak mencuci piring. Foto: Thinkstock

Anak-anak sudah bisa diajarkan memasak makanan sederhana serta cara mempersiapkan bahan makanan seperti memotong dengan menggunakan pisau tumpul, membuat makanan yang mudah seperti roti isi, belajar belanja kebutuhan memasak di warung terdekat, dan mencuci peralatan bekas makan.

Selain memasak, hal-hal lain yang bisa dipelajari anak pada usia ini:

- Membereskan peralatan kamar mandi setelah digunakan.

- Merapikan tempat tidur sendiri

- Mandi sendiri.

- Menggunakan alat-alat kebersihan di rumah seperti sapu dan lap pel.

Umur 8-9 tahun:

Usianya sudah semakin matang dan kemampuan motoriknya juga semakin baik. Hal-hal berikut ini dapat dipelajari oleh anak:

- Menjaga kebersihan diri.

- Menyapu rumah.

- Memasak makanan sederhana.

- Membuang sampah.

- Melipat pakaian dan belajar menjahit pakaiannya yang bolong.

Umur 10-13 tahun:

Memasak bersama anak menumbuhkan kreativitas. Foto: Pixabay

Di usia ini anak-anak sudah bisa mengerjakan pekerjaan rumah dan melakukan berbagai kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. Karena itu, anak seharusnya sudah bisa dipercaya untuk:

- Menjaga rumah saat ditinggal sendiri.

- Mengganti seprai.

- Menggunakan mesin cuci.

- Memasak makanan yang lebih rumit.

Ia juga harus mulai belajar beberapa kemampuan untuk:

- Membaca label makanan.

- Menyetrika pakaian.

- Menjaga adik-adiknya, terutama saat di rumah tanpa orang tua.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: