kumparan
24 Mar 2019 10:28 WIB

Panduan Mengajarkan Life Skill Sesuai Usia Anak

Ilustrasi anak belajar masak. Foto: Shutterstock
Mendidik anak tak hanya sampai pada mengajarkan cara bicara, berhitung dan membaca. Tapi juga soal life skill agar kelak ia dapat mandiri. Life skill itu sendiri adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan, termasuk berperilaku positif agar dapat bertahan.
ADVERTISEMENT
Mengenalkan dan mengajar anak tentang life skill, perlu jangka waktu panjang dan dilakukan secara bertahap, sesuai usia si kecil. Berikut adalah panduannya:
Umur 2-3 tahun:
Anak menyusun balok mainan Foto: Pixabay
Mulailah dengan mengajari anak cara membersihkan rumah yang sederhana, seperti merapikan mainan setelah bermain, menaruh pakaian kotor di tempatnya, dan menaruh piring bekas makan di tempat cucian.
Selain itu, ajarkan juga cara merawat diri yang sederhana, seperti memakai baju sendiri, menggosok gigi, serta mencuci kaki, cuci tangan, dan mencuci muka setelah bepergian dan sebelum tidur.
Tak apa, bila si kecil kerap masih suka lupa. Kesabaran untuk terus melatih secara berulang-ulang dan contoh dari Anda merupakan kunci.
Umur 4-5 tahun:
Ilustrasi anak sikat gigi Foto: Shutter Stock
Pada usia ini, Family Education mengatakan anak sudah mulai bisa menguasai kemampuan sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
- Melakukan pekerjaan rumah sederhana
- Memberi makan hewan peliharaan.
- Bisa membedakan uang dan mengerti bagaimana cara menggunakannya.
- Bisa menggosok gigi, menyisir rambut, dan mencuci kaki, tangan, dan muka sendiri.
- Bisa memakai baju sendiri.
Tak apa bila anak belum terampil, Anda bisa melatihnya lagi secara terus-terusan. Setelah itu, Anda bisa melatih anak untuk mengingat:
- Nama panjangnya sendiri, alamat, dan nomor telepon orang tua.
ADVERTISEMENT
- Nomor darurat yang bisa ia hubungi.
Umur 6-7 tahun:
Ilustrasi anak mencuci piring. Foto: Thinkstock
Anak-anak sudah bisa diajarkan memasak makanan sederhana serta cara mempersiapkan bahan makanan seperti memotong dengan menggunakan pisau tumpul, membuat makanan yang mudah seperti roti isi, belajar belanja kebutuhan memasak di warung terdekat, dan mencuci peralatan bekas makan.
Selain memasak, hal-hal lain yang bisa dipelajari anak pada usia ini:
- Membereskan peralatan kamar mandi setelah digunakan.
- Merapikan tempat tidur sendiri
- Mandi sendiri.
ADVERTISEMENT
- Menggunakan alat-alat kebersihan di rumah seperti sapu dan lap pel.
Umur 8-9 tahun:
Usianya sudah semakin matang dan kemampuan motoriknya juga semakin baik. Hal-hal berikut ini dapat dipelajari oleh anak:
- Menjaga kebersihan diri.
- Menyapu rumah.
- Memasak makanan sederhana.
- Membuang sampah.
- Melipat pakaian dan belajar menjahit pakaiannya yang bolong.
ADVERTISEMENT
Umur 10-13 tahun:
Memasak bersama anak menumbuhkan kreativitas. Foto: Pixabay
Di usia ini anak-anak sudah bisa mengerjakan pekerjaan rumah dan melakukan berbagai kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. Karena itu, anak seharusnya sudah bisa dipercaya untuk:
- Menjaga rumah saat ditinggal sendiri.
- Mengganti seprai.
- Menggunakan mesin cuci.
- Memasak makanan yang lebih rumit.
Ia juga harus mulai belajar beberapa kemampuan untuk:
- Membaca label makanan.
- Menyetrika pakaian.
ADVERTISEMENT
- Menjaga adik-adiknya, terutama saat di rumah tanpa orang tua.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan