kumparan
10 Feb 2018 11:29 WIB

Penyebab Bayi Cegukan dan Cara Mengatasinya

Bayi baru lahir (Foto: Pixabay)
Tak jarang orang tua bertanya-tanya: Kenapa bayi saya cegukan terus, ya? Normalkah cegukan dialami bayi? Bagaimana mengatasinya?
ADVERTISEMENT
Pada umumnya, cegukan terjadi oleh rangsangan pada diafragma sebagai penyekat rongga perut dan rongga dada. Hal itu erat kaitannya dengan udara yang ada dalam lambung. Itu sebabnya bukan hanya pada orang dewasa, cegukan juga terjadi pada bayi.
Bayi baru lahir hingga sekitar 3 bulan cenderung lebih sering cegukan. Pada usia ini, fungsi saraf yang mengatur diafragma bayi relatif belum sempurna. Seiring bertambahnya usia, semakin sempurna diafragma bayi dan akan semakin jarang pula cegukan dialaminya.
Dalam artikel 7 Reasons Why A Baby Hiccups And How You Can Stop Them yang ditulis Mom Juntion dijelaskan, jika cegukan pada bayi mungkin terjadi karena beberapa hal seperti makan atau minum berlebihan, perut kembung oleh udara, alergi, asma, iritasi, hingga kontraksi otot-otot bayi akibat penurunan suhu.
Bayi baru lahir (Foto: Thinstock)
Dilansir Baby Center, menurut Lynnette Mazur, seorang profesor pediatri bahkan menyebut, cegukan bayi bisa disebabkan oleh penyakit Refluks Gastroesophageal atau gangguan pencernaan jika cegukan sampai disertai muntah dan batuk hingga menyebabkan bayi terus-terusan rewel.
ADVERTISEMENT
Lalu, apa yang bisa Anda lakukan saat anak cegukan? Cukup peluk dan dekaplah pelan-pelan, Moms. Tetap tenang hingga beberapa menit cegukan mereda.
Ilustrasi bayi sakit (Foto: Thinkstock)
Bila merasa perlu, Anda pun bisa menelungkupkan bayi di pangkuan kemudian mengelus punggungnya dari bagian bokong bayi hingga ke arah belakang kepala. Semoga cegukan si kecil cepat reda, ya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan