kumparan
25 Apr 2018 11:09 WIB

Perawatan Kulit yang Aman Digunakan Ibu Hamil

Ilustrasi Perawatan Kulit Ibu Hamil (Foto: Thinkstock)
Bukan hanya untuk tampil cantik, perawatan kulit bagi perempuan memang penting dilakukan sebagai bentuk apresiasi diri. Tak terkecuali saat hamil ya, Moms.
ADVERTISEMENT
Apalagi tak jarang, Anda harus menjalani masa-masa kehamilan yang penuh ‘drama’. Karenanya, memanjakan diri dengan perawatan kulit bisa jadi menjadi ‘me time’ yang begitu menyenangkan.
Eits, tapi tetap waspada ya, Moms. Tidak semua bahan perawatan kulit aman digunakan saat hamil lho.
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Thinkstock)
Agar niat merawat tidak membahayakan kehamilan Anda, maka perhatikan bahan perawatan kulit yang boleh dan tidak boleh digunakan untuk ibu hamik, seperti yang kumparanMOM (kumparan.com) rangkum dari buku panduan Anti Panik Menjalani Kehamilan berikut:
Tidak boleh digunakan
Ilustrasi ibu hamil mual. (Foto: Thinkstock)
Sebelum Anda memutuskan membeli produk perawatan kulit di pasaran, lihat terlebih dahulu komposisi kandungan di dalamnya. Pastikan tidak mengandung zat-zat berikut ini:
- Amonia (bahan untuk pupuk yang bisa merusak kesehatan) - Benzoil peroxide (obat luar untuk mengobati jerawat yang bisa berdampak negatif bagi janin) - Hidroquinon (bisa mengakibatkan iritasi kulit seperti kemerahan hingga sensasi terbakar) - Formaldehid (pengawet yang berpotensi menyebabkan kanker) - Toluene (pelarut yang bisa menimbulkan mual hingga gangguan syaraf pusat) - Asam silsilat berdosis tinggi - Retinol, asam retinoat, dan turunannya
ADVERTISEMENT
Boleh digunakan
Pijatan ibu hamil (Foto: Thinkstock)
Nah sebaliknya, Anda bisa menggunakan produk kecantikan yang mengandung zat-zat di bawah ini:
- Vitamin E - Vitamin C - AHA (asam alfa hidroksi) - Eritromisin cream (digunakan untuk mengobati jerawat) - Asam azeleic
Meski begitu, sebelum menggunakan produk perawatan kulit, Ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan, Moms. Hal tersebut penting, agar produk perawatan kulit tersebut sesuai dengan kondisi kehamilan Anda.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan