Pencarian populer

Perubahan yang Terjadi pada Kulit Wajah Setelah Melahirkan

Jerawat membandel merupakan salah satu masalah kulit yang ditemui usai melahirkan. Foto: Thinkstock

Perubahan setelah melahirkan yang paling mencolok adalah kondisi tubuh yang masih melar. Jangan khawatir, umumnya, kondisi ini akan kembali ke sedia kala. Anda juga bisa membantu mempercepatnya dengan olah raga secara rutin. Yaitu, mulai dari 4 minggu setelah melahirkan untuk Anda yang melaluinya lewat jalur normal, dan 6-8 minggu setelah melahirkan dengan operasi caesar.

Meskipun menyebalkan, nyatanya, area wajah juga terkena dampak perubahan usai melahirkan. Bila Anda ingin mengobatinya menggunakan perawatan krim kulit, pastikan sudah didiskusikan dengan dokter, agar tetap aman digunakan selama menyusui. Berikut 4 masalah kulit area wajah yang sering ditemui:

1. Melasma

Kondisi ini sering disebut sebagai “topeng kehamilan”. Secara medis, disebut sebagai melasma, yakni munculnya bercak-bercak gelap pada wajah karena hiperpigmentasi. Seringnya melasma tetap bertahan setelah melahirkan.

Melasma terjadi karena paparan sinar matahari, aktivitas hormon estrogen dan progesteron, serta pengaruh genetis. Biasanya bercak itu muncul pada pipi, mata, kening, dan sekitar mulut. Dilansir Today’s Parent, hiperpigmentasi ini akan memudar seiring berjalannya waktu. Namun perubahan warnanya tidak bisa benar-benar hilang.

lustrasi masalah kulit wajah usai melahirkan Foto: Pixabay

2. Jerawat Membandel

Dilansir Mom Junction, aktivitas hormonal adalah salah satu faktor penyebab wajah jerawat setelah melahirkan. Hormon estrogen yang naik turun pada naik-turun pada masa ini membuat produksi sebum pun meningkat.

Sebum tersebut menyumbat pori-pori dan membentuk jerawat. Stres dan dehidrasi pascamelahirkan juga bisa memperparah kondisi ini. Jerawat ini biasanya bertahan hingga beberapa bulan.

3. Pembuluh Darah Tampak Jelas

Pada saat hamil, peredaran darah dan aktivitas hormon Anda meningkat demi mendukung tumbuh kembang si kecil. Setelah melahirkan, kondisi itu masih bisa bertahan. Alhasil, pembuluh darah sekitar wajah tampak jelas seperti jaring laba-laba.

Biasanya pembuluh darah terlihat jelas pada area hidung, pipi, dan leher. Tenang Moms, kondisi itu akan kembali dalam 6 bulan.

4. Kulit Kering

Lagi-lagi ini merupakan ulah aktivitas hormon yang naik turun pada masa postpartum. Perubahan hormon dapat menggerogoti lipid kulit pada masa kehamilan dan setelah melahirkan.

Ilustrasi kulit kering. Foto: Thinkstock

Alhasil kulit jadi terasa kering, pecah-pecah, bahkan kemerahan. Atasi masalah tersebut dengan menggunakan pembersih wajah yang ringan dan pelembab tanpa parfum.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: