Pencarian populer

Puting Datar Bukan Berarti Tidak Bisa Menyusui

Ilustrasi ibu menyusui (Foto: Thinkstock)

Wanita yang memiliki puting payudara yang rata atau datar sering kali merasa tidak percaya diri untuk menyusui bayinya. Mereka berpikir akan kesulitan, kesakitan atau intinya, tidak akan bisa menyusui bayi.

Eiiitttss, jangan khawatir, Moms. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Farahdibha Tenrilemba, itu hanya mitos belaka.

"Apapun bentuk puting yang ibu miliki, tidak menjadi kendala untuk ibu menyusui bayi. Payudara dengan bentuk puting apapun tetap bisa menyusui bayinya. Asal ibu tahu teknik yang benar," kata Dhiba, panggilan akrab ibu 5 anak yang juga seorang peneliti dan dosen ini.

Dhiba mengatakan teknik menyusui yang benar adalah memerah 'pabrik' ASI yang terdapat disekitar areola, daerah gelap di sekitar puting. Bukan hanya puting saja.

Berikut teknik melekat payudara kepada mulut bayi yang benar:

Pertama, pastikan dagu bayi menempel pada payudara Anda.

Kedua, pastikan bahwa yang masuk kedalam mulut bayi adalah puting dan sebagian besar areola, bukan puting saja, areola yang berada di bagian bawah mulut bayi lebih sedikit dibandingkan dengan areola yang berada diatas mulut bayi.

Ketiga, baik bibir atas maupun bibir bawah bayi terputar keluar dan tidak terlipat kedalam ataupun berbentuk monyong.

Keempat, pastikan mulut bayi terbuka lebar dan menempelkan pada payudara ibu.

Akibat payudara yang datar atau terbenam, banyak wanita hamil pada trimester ketiga suka mencubit atau menarik payudaranya dengan harapan puting payudaranya bisa normal dan bisa menyusui bayinya kelak. Padahal itu adalah cara yang salah. Mencubit atau menarik puting payudara saaat hamil dapat memicu kontraksi yang bisa menyebabkan kelahiran sebelum waktunya.

Dhiba menambahkan, yang perlu diperhatikan bila Anda memiliki payudara dengan puting datar atau terbenam adalah hal-hal berikut ini:

1. Selama hamil tidak perlu menarik-narik puting terutama pada trimester terakhir karena dapat memicu kontraksi dini (bayi dapat lahir prematur)

2. Jangan putus asa bila pada awal menyusui Anda merasa sulit. Tetap berlatih hingga menemukan posisi dan pelekatan yang benar. Anda juga bisa menemui konselor atau konsultan laktasi untuk membantu ibu dengan teknik posisi dan pelekatan pada saat bayi menyusu

3. Perlu diingat selalu, bahwa bayi menyusu dari payudara (areola atau bagian lingkaran hitam pada payudara), bukan dari puting

4. Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sesegera mungkin saat bersalin dan biarkan bayi melekat sendiri pada payudara Anda selama setidaknya 60 menit. Bicarakan keinginan Anda melakukan IMD ini sejak jauh-jauh hari dengan dokter kandungan, suami, atau keluarga yang akan mendampingi

5. Hindari penggunaan penyambung puting (nipple shield) pada saat menyusui. Penyambung puting hanya akan akan menyakiti puting ibu, serta membuat bayi tidak belajar untuk melekat pada payudara dengan benar

6. Coba pelajari juga beberapa posisi mendekap bayi saat menyusui sampai Anda menemukan posisi yang paling nyaman untuk Anda maupun bayi

7. Cobalah menegakkan puting sebelum menyusui atau merangsang puting dengan menggunakan pompa payudara, tabung suntik, atau menarik puting keluar

8. Anda bisa juga mencoba membentuk payudara dengan menopang payudara dari bagian bawah dengan jari-jari, dan menekan bagian atas payudara dengan ibu jari. Tidak memegang payudara terlalu dekat ke puting. Konselor Laktasi dapat membantu menjelaskan dan mengajari Anda lebih detail teknik-teknik ini.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Rabu,22/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22