Pencarian populer

Serunya Festival Hari Buku Anak di Bandung

Festival Hari Buku Anak Vol II (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Pustakalana Children’s Libary kembali mengadakan Festival Hari Buku Anak (FHBA) Vol.2 di kota Bandung, untuk membangun kesadaran publik akan kegemaran dan pentingnya membaca buku sekaligus memperingati Hari Buku Sedunia.

Acara yang digelar pada Minggu, 22 April 2018 kemarin, meneruskan kesuksesan FHBA Bandung yang mereka selenggarakan setahun sebelumnya. Tema yang diangkat tahun ini, "Berkelana di Dunia Pustaka".

Diselenggarakan sejak pukul 8 pagi hingga 5 sore hari di Taman Cinta, Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), festival ini dirancang khusus agar ramah anak dan keluarga dengan membagi area festival ke dalam beberapa area. Ada area Pasar Buku, Pojok Baca, Area Workshop, Area Bermain, dan Panggung Pertunjukan.

Festival Hari Buku Anak Vol II (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Di Pasar Buku, pengunjung tidak hanya bisa berbelanja di booth toko-toko buku independent yang menjual koleksi buku yang telah dikurasi tapi juga dapat mengunjungi puluhan booth di mana penerbit, pengarang dan ilustrator buku anak menampilkan karya-karyanya.

Di Pojok Baca, sepanjang hari anak-anak dapat membaca maupun mendengarkan cerita langsung dari para penulis buku anak atau penggiat dongeng untuk anak. Di antaranya ada Deta R Krsitanti dari PiBo, Clefiena dari Cleferik Doodle Books, Sofie Dewayani dari Litara, dan Ana P.Dewiyana dari Pelangi Mizan dan masih banyak lagi.

Lorong Kardus di Festival Hari Buku Anak (Foto: Imesh)

Lalu ada area panggung pertunjukan di mana pengunjung bisa menikmati berbagai penampilan gerak dan lagu anak, pertunjukan seni dan hiburan, hingga mengikuti talkshow dan launching buku. Misalnya edukasi pengelolaan sampah rumah tangga oleh Parongpong, edukasi bencana dari Pahlawan Bencana, pertunjukan musik oleg Tataloe dan kelompok vokal anak dari Rumah Bintang sampai pertunjukan sulap dari Abu Marlo.

Keseruan di Panggung Festival Hari Buku Anak (Foto: Imesh)
Festival Hari Buku Anak Vol II (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Tak ketinggalan, kumparanMOM (kumparan.com) juga ikut memeriahkan panggung dan hadir mengisi talkshow "Pilah-pilih Buku Anak". Pada kesempatan ini, Pemimpin Redaksi kumparanMOM (kumparan.com), Prameshwari Sugiri, berbagi tips memilah dan memilih buku yang paling tepat untuk si kecil sesuai dengan kebutuhan anak maupun nilai-nilai penting yang dimiliki oleh setiap keluarga.

Ini belum semua lho, Moms! Masih ada area workshop di mana Anda dan si kecil bisa mengikuti workshop ilustrasi, eksplorasi robot, dan workshop membuat board game yang dapat dimainkan bersama seluruh keluarga.

Komunitas Bengkel Kriya Imut (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Sementara di area bermain, anak-anak dapat berkreasi dengan bahan-bahan ramah lingkungan bersama Picu Pacu Kreativitas Indonesia, mencoba aneka permainan tradisional bersama Misi Bermain, merasakan serunya playground yang terbuat dari kardus yang disiapkan oleh Ibu Kardus dan banyak kegiatan lainnya bersama Jejakecil, Mamahs Bandung dan Kelompok Dongeng Bengkimut (Bengkel Kriya Imut).

Tidak hanya bermain tentunya, anak juga bisa mengikuti berbagai kegiatan lain yang terkait dengan buku bersama berbagai macam komunitas seperti mengikuti yoga bersama Ngayoga atau belajar berkebun bersama Menthilis Project dan Warung 1000 Kebun.

Wah, nggak habis-habis deh, serunya!

Puti Ceniza Sappira (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

“Kami melihat anak-anak, khususnya di kota Bandung,memiliki kebutuhan berkumpul di ruang publik yang ramah anak. Oleh karena itu, kami tidak hanya menyediakan perpustakaan yang menyenangkan agar anak dapat berpetualang di dunia pustaka, tetapi juga membuat kegiatan seperti ini agar anak-anak dapat kesempatan bermain, bersosialisasi, dan berkarya bersama dalam kegiatan kreatif di ruang terbuka," ujar Puti Ceniza Sappira atau yang akrab disapa Chica selaku Managing Director Putakalana Children’s Libary saat diwawancarai kumparanMOM (kumparan.com).

Chica menambahkan, "Pustakalana juga menyadari, Indonesia memiliki kondisi minat baca yang rendah. Kita ada di peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal minat membaca. Makanya, semoga minat bacanya bisa jadi tambah gitu, dengan ada acaranya ini. ”

Suasana Festival Hari Buku Anak Bandung (Foto: Prameshwari)

Menurut Chica, hal ini juga yang menyebabkan mereka menggandeng lebih banyak penerbit buku, penulis, perpustakaan komunitas, komunitas literasi, dan komunitas lain yang juga memiliki kepedulian dan semangat sama pada FHBA Vol.2.

Lantas apa rencana dan harapan Pustakalana berikutnya? Chica menjelaskan, "Yang jadi panitia festival ini semuanya relawan yang mayoritas merupakan orang tua muda atau penggiat komunitas. Jadi semoga lebih banyak yang mau ikut membantu di kegiatan berikutnya. Semakin banyak yang membantu, anak yang gemar membaca pun semoga lebih banyak lagi."

Nah, bagaimana Moms? Tertarik untuk ikut menjadi relawan atau ingin hadir di Festival Hari Buku Anak berikutnya? Anda bisa langsung mencari info lengkapnya di sini.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60