Pencarian populer

Sibuknya Hari-hari Bayi Masa Kini

Kelas bermain sensori di Rumah Dandelion di Jakarta. Foto: Aditia Noviansyah dan Putri Sarah Arifira/kumparan

Merawat, membesarkan dan mengasuh anak memang bukan urusan mudah! Tapi rupanya, orang tua masa kini tidak mau cepat menyerah dan justru suka berusaha untuk bisa memberikan apa-apa yang terbaik untuk anak, setidaknya sudah sesuai versi mereka masing-masing.

Dalam usaha tersebut, yang dilakukan pun bermacam-macam. Mulai dari memperbarui informasi seputar parenting dari sumber bacaan terpercaya, menemui psikolog anak, mendatangi berbagai seminar, serta mengikutkan si kecil ke kelas-kelas bayi yang kini kian menjamur.

Kelas-kelas yang diperuntukkan khusus bayi kini tergolong banyak jenisnya dan menawarkan aneka pilihan. Sebut saja ada baby spa, baby gym, kelas renang bayi, baby jam, kelas bermain sensori, dan lain sebagainya. Kelas bayi ini semua bisa diikuti si kecil, bahkan sejak ia berusia kurang dari satu tahun. Tak heran, jika bayi masa kini jadi punya banyak kegiatan yang membuat hari-harinya sibuk.

Danish misalnya. Bayi berusia 3 bulan itu menatap penasaran, begitu masuk ke dalam ruangan baby spa bersama ibunya.

“Danish suka banget main air, makanya saya coba ikutkan baby spa,” cerita Felita Ersalina, ibu Danish saat ditemui di Mom n Jo Darmawangsa, Kebayoran Baru, pada Senin (6/5).

Benar saja, begitu masuk ke dalam kolam kecil, Danish langsung bersemangat. Lehernya disangga oleh pelampung dan bola warna-warni mengapung di sekelilingnya. Kakinya menendang-nendang air, juga tangannya ikut bergoyang.

Danish adalah salah satu bayi yang punya kegiatan rutin di luar rumah. Orang tuanya rutin mengikutkan sesi baby spa, setidaknya dua minggu sekali. Di sana si kecil Danish mendapatkan terapi air dan pijat khusus bayi.

Terapi air dalam rangkaian baby spa. Foto: Arif Karunia/kumparan

Lain halnya baby spa, ada jenis kelas yang mengacu ke olahraga. Sahl (7 bulan), anak pertama Fenly Anafary punya jadwal kelas olahraga khusus bayi di Rockstar Gym, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Sahl olahraga di Rockstar Gym dalam seminggu, dua sampai tiga kali. Paling sering ikut yang kelas baby crawler dan renang," kata Fenly.

Bagi Fenly, sebagai ibu baru yang mengaku kerap memperbarui informasi seputar tumbuh kembang anak, manfaat olahraga yang dirasakan Sahl bukan hanya menyalurkan energi, -mengingat anak semata wayangnya itu termasuk anak yang memiliki kecerdasan kinestetik-, tapi juga membantu Sahl untuk belajar bersosialisasi dengan orang baru.

Salah seorang ibu lain, Risty Gaos bercerita tentang pengalaman memasukkan kedua anaknya ke kelas stimulasi bayi di Rumah Dandelion. Ia bertutur, lewat kelas yang diikuti membuat si kecil yang semula sangat berhati-hati dengan orang baru, sekarang terasa lebih terbuka.

Suasana kelas bermain sensori di Rumah Dandelion. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menjamurnya kelas-kelas bayi juga tak terlepas dari banyaknya permintaan pasar. Karena itu, usaha yang dibilang baru mulai beberapa tahun belakangan, semakin tinggi jumlah peminatnya.

Di Mom n Jo misalnya, tadinya adalah tempat perawatan khusus ibu hamil, kini juga menyediakan perawatan khusus bayi mulai 2008 dan pelanggannya justru lebih banyak bayi. Sementara di Aquatic Baby, tempat kursus renang bayi yang baru berdiri di akhir 2013, kenaikan peserta semakin signifikan, hingga ada waiting list calon peserta.

Sementara pemain lama Rockstar Gym, tempat olahraga khusus anak, di cabang Kebayoran Baru Jakarta Selatan, kenaikan pelanggan tiap tahunnya tetap naik, sekalipun ada yang datang dan pergi.

Kelas baby crawler di Rockstar Gym. Foto: Rockstar Gym

Mengikutkan si kecil ke kelas bayi bagi sebagian orang tua lainnya, mungkin juga bukanlah sebuah pilihan. Pengajar lulusan psikologi sekaligus co- founder Rumah Dandelion, Carmelia Riyadhni, menganggap fenomena bayi yang sudah punya 'kesibukan' dengan kegiatan tambahan itu, menandai adanya perubahan pemikiran orang tua zaman sekarang.

"Kalau dulu mungkin banyak yang bilang 'emang butuh ya kelas-kelas seperti ini?' kalau sekarang, 'sepertinya asyik ya untuk ikut-ikut kegiatan seperti ini. 'Jadi sekarang trennya memang sudah menjamur dan itu membantu kita untuk mengedukasi orang tua (terkait pengasuhan anak) jadi lebih gampang," katanya.

Ia menjelaskan bayi di bawah usia 1 tahun memang penting untuk dilatih motorik dan sensorinya. Motorik kasar untuk membantunya bisa duduk tegak, merangkak, berdiri sehingga siap berjalan. Sedangkan sensori untuk mengembangkan kemampuan panca indra.

Kelas berenang bayi di Aquatic Baby. Foto: Aquatic Baby

Namun kelas-kelas bayi itu hanya berpengaruh jika didukung komitmen dan konsistensi orang tua. Artinya jika kelas berenang bayi dijadwalkan seminggu sekali, sebaiknya orang tua konsisten mengikuti jadwal tersebut.

“Karena dengan konsistensi itu hasilnya baru akan kelihatan,” pungkas Carmelia.

Kegiatan tambahan bayi tersebut juga bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan ikatan antara orang tua dan si kecil, karena kelas bayi seringnya melibatkan orang tua dalam prosesnya.

Ini artinya, setelah mendaftarkan bayi dalam kelas-kelas bayi, bukan berarti tanggung jawab orang tua dalam mengasuh anak gugur begitu saja.

Yuk, ikuti terus konten spesial Sibuknya Bayi Masa Kini persembahan kumparanMOM.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Minggu,19/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20