Pencarian populer

Sleepwalking: Yang Perlu Ibu Tahu

Sleepwalking (Foto: Thinkstock)

Sleepwalking --pernahkah Anda mendengar istilah ini, Moms? Sleepwalking adalah sebuah kondisi di mana seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur. Kondisi ini, menurut para ahli termasuk gangguan tidur yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

Dilansir Momjunction, gangguan tidur berjalan berlangsung sekitar 10 menit. Kondisi ini terjadi saat tahapan tidur gelombang rendah, yaitu pada tahap terdalam dari fase pergerakan mata yang tidak cepat (non-rapid eye movement - NREM). Selain tidur sambil berjalan, anak yang mengalami sleepwalking juga biasanya melakukan aktivitas lain seperti pergi ke dapur dan makan, atau membuka lemari baju dan berganti pakaian.

Sebagai orang tua, Anda harus mengetahui tanda anak mengalami sleepwalking. Gejala yang pertama adalah anak sering bergumam atau mengigau saat tertidur. Selain itu anak juga sering berjalan memutar dan mengulang perkataan yang sama berulang-ulang.

Selain mengetahui penyebab anak mengalami sleepwalking, Anda juga harus mengetahui penyebab dari sleepwalking itu sendiri. Dilansir dari laman Health line, ada beberapa penyebab seorang anak bisa mengalami gangguan tidur berjalan yaitu pertama, karena anak sering merasa cemas atau stres. Ketika anak sering merasa cemas dan stres, hal ini akan membuat anak jadi susah tidur sehingga berpengagruh pada pola tidurnya. Anak yang pola tidurnya terganggu juga bisa mengalami sleepwalking.

Ilustrasi stres pada anak (Foto: Thinkstock)

Lalu yang kedua, anak sering terbangun secara mendadak dari tidur yang lelap. Misalnya, ketika anak terpaksa bangun karena ingin buang kecil, atau bisa juga karena badan disentuh atau mendengar suara yang keras secara tiba-tiba.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Tenang Moms, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi tidur berjalan, di antaranya dengan mengurangi stres pada anak dan melakukan aktivitas-aktivitas menyenangkan dan merilekskan bersama anak. Anda bisa membacakan anak cerita setiap malam sebelum buah hati tertidur. Selain itu, Anda juga bisa memijat kaki anak secara lembut, agar saraf motorik anak jadi lebih rileks.

Baca cerita untuk anak (Foto: Thinkstock)

Lalu bagaimana jika sleepwalking sudah menjadi kebiasaan anak? Perhatikan waktnya. Bila Anda bisa mengetahui kapan biasanya sleepwalking terjadi, coba bangunkan anak 15 sampai 30 menit sebelum periode ini. Saat Anda melakukan hal ini secara rutin, akan sangat besar kemungkinan, Anak menghentikan gangguan tidur berjalan. Selamat mencoba.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: