Pencarian populer

Survei: Sakit Kepala Jadi Penyebab Terbesar Anak Tidak Sekolah

Sakit Kepala yang Dialami Anak (Foto: Thinkstock)

Berdasarkan penelitian, sakit kepala sangat umum terjadi pada anak-anak. Terutama pada anak-anak usia sekolah dasar sekitar 6 sampai 12 tahun. Kadar sakit kepala pada anak pun, diketahui mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Semakin besar usia anak, semakin besar pula tingkat persentase anak yang mengalami sakit kepala. Saat anak-anak usia pra sekolah mengalami sakit kepala hanya sebesar 3-8 persen, namun saat mereka menginjak usia remaja, sakit kepala anak mengalami peningkatan sebesar 57-82 persen.

Dikutip dari kidspot, WHO menyarankan agar orang tua memberi perhatian serius pada pencegahan sakit kepala pada anak. Selain mencegah, orang tua juga perlu terus memberi perhatian saat anak sedang dalam masa pengobatan agar sakit kepala tidak kembali terulang.

Berdasarkan hasil penelitian di Norwegia, salah satu penyebab terbesar anak tidak masuk sekolah disebabkan akibat sakit kepala. Hasil penelitian lebih lanjut terangkum dalam tanya jawab berikut ini:

Apa yang memicu sakit kepala pada anak?

Penyebab sakit kepala pada anak (seperti juga yang dialami orang dewasa) bisa disebabkan oleh berbagai hal. Karena penyebabnya beragam, dokter harus memeriksa dan mengelompokkan penyebabnya terlebih dahulu untuk kemudian menentukan perawatan yang tepat.

Sakit kepala dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, yaitu sakit kepala yang tidak terkait dengan penyakit lain atau disebut dengan sakit kepala primer dan sakit kepala yang diakibatkan oleh penyakit lain atau disebut juga sakit kepala sekunder.

Sakit kepala primer biasanya disebabkan akibat kekurangan cairan, sakit kepala tegang, migrain atau sakit kepala sebelah, mengalami masalah penglihatan, stres, kurang tidur, kurang makan, ada benjolan di kepala atau mengalami masalah konsentrasi.

Pada sebagian anak, sakit kepala primer disebabkan akibat turun-temurun di keluarganya misalnya seperti migrain. Pada masa anak-anak, migrain lebih sering dialami oleh anak laki-laki dan perempuan, namun saat beranjak remaja anak permepuan lebih sering mengalami migrain dibanding laki-laki. Hal itu disebabkan oleh perubahan hormon.

Sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh aktifnya saraf rasa sakit di kepala akibat suatu penyakit. Penyebab utama sakit kepala sekunder yaitu disebabkan akibat infekksi sinusitis, infeksi telinga, mengonsumsi MSG berlebihan, terdapat pada masalah gigi, dan lain-lain.

Sakit Kepala Ringan Disebabkan oleh Sinus (Foto: Thinkstock)

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak?

Sebuah yayasan ahli saraf bertaraf nasional di Australia, Headache Australia, menjelaskan, jika anak sakit kepala jangan langsung diberi obat. Biarkan anak beristirahat terlebih dahulu. Bila perlu, padamkan lampu kamar dan gunakan selimut agar anak dapat beristirahat lebih maksimal.

Jika sakit kepala tak kunjung reda, coba beri anak obat penghilang rasa nyeri yang mengandung paracetamol. Berdasarkan hasil studi, paracetamol sangat cepat dan efektif mengobati sakit kepala anak.

Namun bila setelah diberi obat anak juga belum membaik, Headache Australia menyarankan Anda segera menemui dokter untuk mengathui apa penyebab sakit kepala yang diderita oleh anak Anda.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.31