Pencarian populer

Tingkatkan Peluang Selamat dari Kecelakaan Pesawat dengan Cara Ini

Ilustrasi pesawat jatuh (Foto: Shutter Stock)

Kasus pesawat Lion Air bernomor JT-610 yang jatuh di Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10), meninggalkan duka. Hingga berita ini diturunkan, pesawat dengan tujuan Jakarta-Pangkalpinang ini dikabarkan belum menemukan adanya korban yang selamat.

Setelah kejadian ini, banyak orang dan mungkin termasuk Anda, yang jadi ngeri dan berpikir ribuan kali untuk mengajak seluruh anggota keluarga menggunakan pesawat. Takut jatuh, begitu pikir Anda.

Meski begitu, menurut David Ropeik, instruktur komunikasi risiko dari Harvard University, AS, risiko mengalami kematian akibat kecelakaan pesawat adalah satu dalam 11 juta. Artinya, risiko kematian akibat bepergian menggunakan pesawat tergolong cukup kecil.

Lantas, adakah kemungkinan bisa selamat dari kecelakaan pesawat? Bisa saja, Moms, jawabnya. Berikut ini, adalah cara meningkatkan peluang selamat sebelum pesawat lepas landas, berdasar beberapa riset.

1. Duduk di bagian belakang

Ilustrasi Kabin Pesawat (Foto: Pixabay)

Lokasi duduk ternyata bisa memengaruhi presentase keselamatan saat kecelakaan pesawat terjadi, tergantung pada kecelakaannya. Majalah TIME pernah mempelajari data dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, beberapa tahun lalu.

Mereka menemukan, orang yang duduk di bagian belakang pesawat memiliki tingkat kematian 32 persen saat terjadi kecelakaan. Sementara mereka yang duduk di bagian tengah memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi, yakni sekitar 39 persen. Lalu, mereka yang berada di bagian depan memiliki tingkat kematian sebesar 38 persen.

Selain itu, riset yang dilakukan Popular Mechanics juga menemukan bahwa penumpang yang duduk di bagian belakang sayap pesawat memiliki tingkat keselamatan 40 persen lebih besar dibanding yang duduk di bagian depan.

2. Pilih tempat duduk berdasarkan aturan lima baris

Pintu darurat pesawat Lion Air yang rusak (Foto: Dok. Polda Kalbar)

Bila memungkinkan, pilihlah tempat duduk dekat pintu keluar darurat atau berjarak lima baris dari pintu keluar darurat. Sebagian besar kasus kematian pada kecelakaan pesawat terjadi karena penumpang gagal mencapai pintu keluar saat pendaratan darurat.

Berdasarkan riset oleh Profesor Ed Galea dari University of Greenwich yang mempelajari 105 kecelakaan pesawat dan mewawancarai 2 ribu orang penumpang serta kru yang selamat, mereka yang selamat dari kecelakaan pesawat rata-rata duduk dalam jarak lima baris dari pintu keluar darurat.

Galea juga menambahkan, duduk lebih jauh dari jarak lima baris dari pintu keluar darurat membuat kemungkinan untuk tewas pun jauh lebih tinggi.

3. Berpakaian yang mendukung

Potret seseorang mengikat tali sepatu (Foto: Thinkstock)

Menurut laporan US National Transportation Safety Board dan FAA, 68 persen korban tewas dalam kecelakaan pesawat, diakibatkan oleh insiden kebakaran setelah kecelakaan. Kematian ini bisa disebabkan oleh luka bakar maupun akibat menghirup asap racun.

Menurut Cynthia Corbett, spesialis dari Civil Aerospace Medical Institute FAA, sebaiknya penumpang menggunakan pakaian yang bisa mengurangi risiko tersebut.

"Celana pendek, rok, dan sepatu hak tinggi sebaiknya tidak digunakan saat terbang dengan pesawat. Karena sulit untuk lari menyelamatkan diri dengan menggunakannya," kata Corbett. "Lebih baik menggunakan sepatu bertali dan juga celana panjang," tambahnya.

Ia juga menyarankan untuk tidak menggunakan kain sintetis, karena kain tersebut akan meleleh dengan cepat, jika terjadi kebakaran saat kecelakaan pesawat terjadi.

4. Baca kartu keselamatan di pesawat

Ilustrasi pramugari. (Foto: Shutter stock)

Memerhatikan secara seksama arahan keselamatan diri oleh kru kabin dan membaca kartu keselamatan yang berada di dekat bangku Anda, juga meningkatkan presentase keselamatan dari kecelakaan pesawat.

Beberapa tahun lalu, FAA melaporkan, cukup banyak orang-orang yang sering menggunakan pesawat mengalami masalah saat kejadian kecelakaan pesawat, itu karena kurang memiliki informasi yang cukup.

Membaca kartu keselamatan tentu bisa mengingatkan Anda lokasi pintu keluar darurat, hal-hal yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan, dan menyusun rencana untuk menyelamatkan diri, jika kecelakaan benar-benar terjadi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23