Pencarian populer
Usia Berapa Bayi Boleh Makan Daging?
Ilustrasi bayi makan daging. (Foto: Thinkstock)
Selain rasanya yang enak, daging juga merupakan salah satu sumber protein hewani, lemak, dan vitamin yang dibutuhkan oleh bayi.
Dikutip kumparanMom (kumparan.com) dari Mom Junction, bayi boleh mengonsumsi daging sejak dia sudah diberi makanan pendamping ASI (MPASI), yaitu sekitar 6 hingga 8 bulan usianya.
Jenis daging yang diberikan pun boleh bervariasi seperti daging sapi, daging unggas seperti ayam, bebek atau kalkun. Namun, tidak boleh daging olahan ya, Moms.
Pada tahap awal pemberian, sebaiknya daging dicampur terlebih dahulu dengan bubur atau sayuran. Kemudian, pastikan daging yang Anda berikan sudah benar-benar halus. Semakin halus, maka semakin mudah zat besinya diserap oleh tubuh bayi.
Perlu juga diperhatikan tingkat kematangannya. Sebaiknya daging tidak dimasak terlalu kering atau overcooked yang dapat menghilangkan cita rasanya. Jangan lupa juga untuk memastikan kebersihan daging yang akan Anda berikan. Sebab daging adalah sarang bakteri mudah berkembang biak.
Sama halnya dengan makanan bayi lain, daging juga berpotensi menimbulkan alergi. Untuk mengetahui hal itu, berikan satu per satu jenis daging pada bayi selama 4 hari. Setelah itu pantau apakah bayi Anda mengalami alergi.
Tanda-tanda alergi bisa dilihat apakah dia mengalami diare atau mengalami ruam pada kulitnya. Bila tidak memiliki tanda-tanda tersebut, berarti bayi Anda tidak mengalami alergi.
Ada lima manfaat yang bisa diperoleh bayi setelah mengonsumsi daging:
1. Sumber Mikromineral yang Baik
Daging adalah sumber mikromineral seperti besi dan seng. Mikromineral tersebut sangat dibutuhkan oleh bayi saat berusia 6 dan 8 bulan. Tak hanya besi dan seng, daging juga merupakan sumber mikromineral lainnya seperti tembaga dan mangan.
2. Memiliki Banyak Nutrisi
Daging adalah makanan yang berlimpah akan nutrisi. Bahkan, kandungan nutrisinya lebih banyak daripada buah atau sereal. Oleh karena itu, jangan lupa campurkan daging yang telah dihaluskan pada makanannya ya, Moms.
Ilustrasi bayi makan daging. (Foto: Thinkstock)
3. Zat besi
Zat besi dalam daging dapat membantu pembentukan sel-sel darah pada balita. Selain itu, zat besi pada daging juga lebih mudah diserap oleh tubuh balita, dibandingkan dengan sayuran.
4. Sumber Vitamin B kompleks
Daging merupakan sumber vitamin B-kompleks. Vitamin tersebut penting untuk menjaga kesehatan sel-sel saraf dalam tubuh, termasuk saraf di otak untuk membantu bayi agar memiliki konsentrasi dan daya ingat yang baik.
5. Mengandung Protein yang Mudah dicerna
Setiap 100 gram daging mengandung 20-25 gram protein. Protein yang berasal dari daging sangat mudah dicerna bayi dibandingkan protein dari makanan lainnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: