Pencarian populer

2 Fokus Visi Misi Jokowi-Ma'ruf: Ekonomi Keumatan dan Pendidikan Agama

Hasto Kristiyanto (kanan) dan Arsul Sani (kiri) di Posko Cemara. (Foto: Dok. Istimewa)

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani mengungkapkan visi misi Jokowi di Pilpres 2019 tidak akan jauh berbeda dengan Pilpres 2014. Hal ini dikarenakan karena Jokowi mengusung semangat keberlanjutan.

"Saya kira secara prinsip soal program atau agenda aksi itu masih tidak jauh beda dengan 2014. Kenapa demikian, karena judulnya saja kan melanjutkan. Itu kan artinya ya apa yang sudah dikerjakan," ujar Arsul di Posko Cemara, Jakarta, Senin (24/9).

Namun, ada dua agenda yang akan diprioritas pada periode pemerintahan selanjutnya, yaitu penguatan ekonomi umat dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan.

Dengan begitu, hal itu secara otomatis menghapus stigma negatif yang selalu disematkan kepada Jokowi, yaitu dianggap kurang ramah kepada umat muslim.

Jokowi-Ma'ruf di pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilihan umum tahun 2019 di KPU. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

"Dua kluster program khusus yang pertama adalah penguatan ekonomi keumatan. Dan kemudian kluster program di bawah judul penguatan lembaga pendidikan keagamaan dan pondok pesantren," ungkapnya.

Arsul menjelaskan, sejauh ini pemerintah sudah merintis adanya bank-bank wakaf di masjid untuk menopang perekonomian rakyat. Sementara penguatan lembaga pendidikan keagamaan dan pondok pesantren melalui inisiasi Rancangan Undang-undang yang sedang dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR. Kedua program itu akan didukung APBN.

"Nah, itulah kami selaku partai pendukung itu menyiapkan. Karena memang tugas DPR itu utamanya legislator itu menyiapkan sarana peraturan UU-nya. Kalau ini kita selesaikan di masa ini atau pun di masa awal periode ke-II kalau Pak Jokowi terpilih nanti kita selesaikan. Maka itulah landasan untuk melakukan program," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan, Jokowi-Ma'ruf akan berfokus pada pembangunan manusia. Ini tentu mengingatkan kepada jargon revolusi mental yang dikampanyekan saat Pilpres 2014.

"Fokus ke pembangunan manusia karena itu kata kunci dari sejarah peradaban bangsa. Inilah yang disentuh jadi difokuskan ke pembangunan manusia itu sendiri," tutup Hasto.

Berikut visi dan misi Jokowi-Ma'ruf Amin:

Visi

Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong.

Misi

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia. .

2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan.

4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.

5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.

6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.

8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya.

9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22