kumparan
11 Okt 2018 13:37 WIB

2 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Simalungun, Sumut

Gambar udara longsor di Kabupaten Simalungun. (Foto: Dok. Polres Simalungun)
Curah hujan yang tinggi selama tiga hari berturut-turut menyebabkan Jalan Umum Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengalami banjir dan longsor. Peristiwa yang terjadi mulai Kamis (11/10) dini hari pukul 01.00 WIB ini menyebabkan jalur lintas Tanah Jawa menuju Pematang Siantar tertutup sebagian.
ADVERTISEMENT
Kapolres Simalungun AKBP Liberty Panjaitan mengatakan, badan jalan umum yang terkikis air mengalami longsor hampir setinggi 5 meter, dari total badan jalan 9 meter. Agar tak menimbulkan korban, jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan kecil.
Gambar udara longsor di Kabupaten Simalungun. (Foto: Dok. Polres Simalungun)
"Di samping kerusakan akibat longsor, banjir juga merusak fasilitas umum lahan pertanian warga, bahkan menggenangi seluruh rumah warga yang ada di Huta III/IV Tetap Rejo Nagori Totap Majawa, Nagori Nah Jambi II, dan Nagori Bah Jambi III, Kecamatan Tanah Jawa," ujarnya kepada kumparan, Kamis (11/10).
Gambar udara longsor di Kabupaten Simalungun. (Foto: Dok. Polres Simalungun)
Liberty juga memberi imbauan kepada warga, khususnya kepada pengguna jalan, agar menghindari titik rawan longsor yakni Kecamatan Parapat, Kecamatan Tanah Jawa, Kecamatan Tiga Ras, Kecamatan Serbalawan, Kecamatan Silau Kahean, dan Kecamatan Dolok Silau.
ADVERTISEMENT
"Korban jiwa akibat dari bencana banjir di wilayah Kabupaten Simalungun yakni pasangan suami-istri bernama Daulat Siagian (60) dan Yusnita Sitorus (46)," lanjutnya.
Gambar udara longsor di Kabupaten Simalungun. (Foto: Dok. Polres Simalungun)
Liberty menyatakan, hingga kini belum dapat diketahui berapa jumlah kerugian akibat banjir dan longsor tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan