kumparan
15 Apr 2019 18:47 WIB

2 Penodong Bersenjata Api di Terminal Pulo Gadung Ditangkap

Ilustrasi begal. Foto: Nunki Pangaribuan/kumparan
Dua penodong di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur, dibekuk Direktorat Reserse Polda Metro Jaya pada Rabu (10/4). Mereka bisa dengan mudah mengambil barang milik korban karena membawa senjata api saat beraksi.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan dalam melakukan aksinya pelaku tak segan-segan melukai korbannya.
Menurut Argo, pelaku melancarkan aksinya saat korbannya turun dari bus dan mengikuti korban. Saat tempat dirasa sepi, barulah kedua pelaku melancarkan aksi kejahatannya.
“2 pelaku diamankan inisialnya J dan HS. J berperang menggiring korbannya ke tempat sepi dan HS berperan mengamankan barang milik korban,” ucap Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/4).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (tengah) menunjukan barang bukti saat konferensi pers pengungkapan kasus penculikan dan pencurian di Mapolda Metro Jaya. Foto: Raga Imam/kumparan
Argo juga menyatakan para pelaku mengancam para korbannya dengan senjata api sehingga barang berharga milik korbannya bisa didapat dengan mudah.
“Kedua pelaku itu mengancam korbannya dengan senjata api, sehingga korban saat itu merasa takut dan tidak berani meminta tolong. Dua orang tersangka ini sudah ditahan, dan delapan orang lain sedang kami kejar," terangnya.
ADVERTISEMENT
Dihadapan polisi, J dan HS mengaku sudah 20 kali melakukan aksi penodongan di wilayah tersebut. Atas perbuatannya, para tersangka itu terancam dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana pencarian paling lama 9 tahun penjara.
“Selama beraksi, mereka baru melukai korbannya 20 kali. Korbannya adalah penumpang di terminal Pulo Gadung, yang mau naik bus, turun dari bus atau mau ke toilet,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan