kumparan
23 Okt 2018 12:55 WIB

2 Solusi Dirut GBK untuk Lapangan Tembak: Relokasi atau Dibuat Indoor

Dirut SUGBK, Winarto (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks (PPK) Gelora Bung Karno Winarto menyampaikan dua opsi yang kemungkinan bisa menjadi solusi pascainsiden peluru nyasar di Gedung DPR yang berasal dari Lapangan Tembak Senayan.
ADVERTISEMENT
Winarto mengungkapkan, dua opsi yang diusulkan yakni merelokasi lapangan tembak atau meningkatkan standarisasi keamanan dengan didesain indoor. Kedua opsi itu masih dalam kajian bersama Kementerian Sekretariat Negara, Kemenpora dan Pemprov DKI Jakarta.
“Jadi ini masih dalam pematangan solusi apa yang akan diambil, termasuk juga tentu saja teman-teman di DPR ini terbaiknya seperti apa. Sebab, ada sejumlah aspek keamanan, aspek kemajuan olahraga, relokasinya bagaimana, tata ruangnya bagaimana,” kata Winarto di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/10).
Kondisi lapangan tembak di Senayan. (Foto: Raga Imam/kumparan)
“Dia (lapangan tembak) harus dibangun ke depan itu kan rasanya tidak bisa seperti yang ada di Lapangan Tembak Senayan lagi. Ke depan harus disiapkan fasilitas yang bentuknya indoor, sehingga keamanannya itu terjamin, tidak ada peluru yang bisa keluar dari ruangan itu. Itu yang harus disiapkan,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Winarto mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kemungkinan merelokasi Lapangan Tembak Senayan. Dari hasil diskusi itu, Anies mengaku siap mencari lokasi lapangan tembak baru jika nantinya opsi relokasi yang diambil.
“Relokasi ini juga harus ditemukan penggantinya di mana dan luas berapa, kepemilikannya di bawah siapa. Ini yang dicari sekarang. Pak Gubernur siap membantu mencarikan titik relokasinya itu di mana,” terang Winarto.
Menurut Winarto, jika opsi merelokasi lapangan tembak yang diambil, maka lapangan yang lama tidak akan digunakan kembali. Ia menuturkan bisa saja lapangan tembak yang lama dijadikan taman kota.
“Itu pasti (tidak digunakan kembali). Kalau di bawah Kemensetneg dan GBK, jangankan yang di belakang, yang di tepi Jalan Sudirman pun yang bekas driving range itu kita bangun hutan kota kan di sana,” tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan