Pencarian populer

22 Relawan Asing Ditolak Masuk Sulteng karena Tak Kantongi Izin

Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers soal bencana Sulawesi Tengah, Minggu (7/10/2018). (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
Selama masa tanggap bencana di Sulawesi Tengah, ada beberapa relawan asing yang diminta meninggalkan kawasan tersebut. Mereka yang ditolak keberadaannya adalah relawan tanpa kejelasan tujuan.
ADVERTISEMENT
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, sudah 22 relawan asing yang diminta meninggalkan daerah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Penolakan WNA dari Sulawesi Tengah, kata Sutopo, pertama dilakukan pada Senin (7/10). Kala itu petugas menemukan ada delapan warga negara China hendak masuk ke Sigi.
"Terdapat delapan WN Tiongkok dari NGO China yang tidak membawa dokumen di Makassar. Mereka mengaku mendapat undangan tertulis dari Bupati Sigi. Namun disinyalir undangan itu palsu," kata Sutopo dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).
Sutopo mengatakan, petugas meminta kedelapan WNA itu untuk tidak pergi ke Sulteng. Namun, ada tiga di antaranya yang pergi lewat jalur darat.
ADVERTISEMENT
"Tim Kemenlu berkoordinasi dengan BAIS, Imigrasi, dan BNBP telah meminta kontak Bupati Sigi sebagai pengundang dan memberi batas tinggal mereka hingga 8 Oktober," sebut Sutopo.
Aktivitas bongkar muat barang untuk menghidupkan ekonomi Palu dan Donggala melalui Pelabuhan Wani, Donggala, Sulawesi Selatan. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Selain itu ditemukan pula 14 WNA yang hendak masuk ke Kota Palu. Mereka ditolak karena dianggap masuk tanpa tujuan yang jelas.
"Untuk 14 WNA dari Nepal lima, delapan dari Meksiko, satu dari Australia ditolak masuk Palu. Karena tidak memiliki mitra lokal yang berbentuk organisasi. Tidak memiliki barang bantuan yang ditentukan Indonesia. Tidak mengajukan permohonan tertulis ke kemenlu dan Kedubes masing-masing," jelas Sutopo.
Ke-14 WNA itu kini sudah berada di Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka diterbangkan dari Palu ke Balikpapan menggunakan pesawat milik Malaysia.
Pemerintah Indonesia menerima bantuan asing untuk menanggulangi bencana di Sulawesi Tengah. Bantuan itu dibatasi berupa logistik, bahan pangan, dan dana kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
Namun, untuk relawan asing, Pemerintah Indonesia membatasinya. Hanya relawan asing yang memiliki keahlian seperti transportasi udara, genset, tenda, dan pemurnian air yang diperbolehkan berada di daerah terdampak bencana Sulawesi Tengah.
Selain relawan asing, Pemerintah Iindonesia mengizinkan jurnalis asing meliput Sulawesi Tengah. Namun, tetap ada syarat yang dipenuhi.
"Mereka harus ada keterangan jurnalis kerja di Indonesia dengan visa jurnalis," ujar Sutopo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81