kumparan
26 Des 2018 16:46 WIB

4.200 Warga Lampung Selatan Korban Tsunami Masih Mengungsi

Suasanan di Posko pengungsian Kodim 0421, Lampung Selatan. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Tim gabungan Pemkab Lampung Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Taruna Siaga Bencana (Taruna) hingga sejumlah relawan masih terus mendata korban bencana tsunami Selat Sunda yang ikut menerjang Lampung Selatan. Memasuki hari kelima setelah tsunami, masih banyak ribuan masyarakat Lampung Selatan mengungsi di posko-posko yang tersebar di sejumlah titik.
ADVERTISEMENT
"Data sementara sampai pukul 15.00 WIB, 4.200 orang dari tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Katibung, Kalianda, Rajabasa, Bakauheni, Sidomulyo, Penegahan dan Sragi, masih mengungsi," kata Kepala Diskominfo Pemkab Lampung Selatan, Sefri, di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Kalianda, Rabu (26/12).
Tsunami yang menerjang pada Sabtu (22/12) malam itu mengakibatkan 650 rumah di Lampung Selatan mengalami kerusakan dalam tingkat berat, sedang maupun ringan. Jumlah tersebut masih bisa terus bertambah, mengingat pendataan masih terus dilakukan.
Perahu nelayan rusak usai dihantam gelombang tsunami di Desa Kenali, Rajabasa, Lampung Selatan. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Meski begitu, Sefri memastikan pasokan logistik untuk para pengungsi masih dinyatakan aman dan cukup. Ketersediaan logistik tak luput dari bantuan warga yang sudah ikut memberikan bantuan.
"Saat ini kita fokus dulu dengan evakuasi korban. Sore ini rencana sekitar 1.000 orang dari Pulau Sebesi akan tiba di pengungsian," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Data terakhir yang dihimpun BNPB per Selasa (25/12) mencatat sebanyak 430 orang meninggal dunia, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.082 orang mengungsi akibat bencana tersebut. Sedangkan khusus untuk Lampung Selatan, Sefri mencatat terdapat 113 orang meninggal dunia. Sementara untuk korban hilang sebanyak 14 orang.
"Sebanyak 14 orang yang hilang berasal dari dua desa, yakni Desa Way Muli dan Rajabasa. Kemudian untuk korban luka mencapai 1.630 orang," ucap Sefri.
----------------------------------------------------
kumparan bekerja sama dengan Radio Prambors untuk menggalang dana bagi para korban tsunami Selat Sunda. Penggalangan dana dilakukan secara online melalui platform Kitabisa. Mari salurkan bantuan Anda dalam tautan berikut:
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan